Hasti : Fogging Tidak Efektif Memberantas Penyebaran Demam Berdarah
Fogging atau pengasapan menggunakan bahan insektisida untuk membunuh nyamuk dewasa penyebab demam berdarah dengue
Penulis: amanda rizqyana | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Fogging atau pengasapan menggunakan bahan insektisida untuk membunuh nyamuk dewasa penyebab demam berdarah dengue dirasa kurang efektif untuk memberantas penyebaran demam berdarah yang tengah meningkat drastis di wilayah Kabupaten Semarang.
Hal tersebut disampaikan oleh Hasti Wulandari selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang pada Senin (14/1/2019) ketika ditemui di kantornya.
"Biaya fogging tidak murah dan tidak efektif dalam menekan angka persebaran demam berdarah dengue," ujarnya.
Pengendalian sebaran nyamuk demam berdarah dengan pengasapan hanya membuat nyamuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Meskipun jadwal pengasapan dilakukan secara kontinyu setiap pekan, namun tidak memberi dampak signifikan.
Selain biaya yang tinggi, proses pengasapan hanya bisa dilakukan maksimal pada 150 rumah.
Keterbatasan tersebut karena tenaga pengasap haruslah profesional.
Selain itu, kendala juga bisa dirasakan pada hunian yang kosong, baik tidak berpenghuni maupun sedang ditingkal beraktivitas oleh pemiliknya. Hal tersebut yang membuat pengasapan menjadi tidak efektif.
"Karena menggunakan insektisida, maka saat proses pengasapan penghuni rumah berikut hewan peliharaan harus diungsikan ke tempat yang aman. Selain itu bahan makanan pun harus diamankan di tempat tertutup.
Setelah itu, penghuni baru bisa masuk setelah dua jam pengasapan," urai Hasti.
Prinsip pengasapan tersebut tak jauh berbeda menyemprotkan anti nyamuk cair ke ruangan, namun ini dalam skala besar dan menghasilkan asap pekat karena menggunakan solar sebagai bahan bakar.
Menurutnya,dibanding efek untuk nyamuk, efek yang paling dirasakan justru pada manusia.
Untuk itu, ia kini tengah mengajukan pada Bupati Semarang untuk mengeluarkan surat edaran pada seluruh camat untuk imbauan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan 3M Plus bagi warga.
Imbauan yang sebelumnya telah ia sampaikan melalui Tribun Jateng mengantisipasi penyakit di musim penghujan pada pertengahan Desember 2018 seharusnya diperhatikan oleh warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/petugas-dinkes-kabupaten-semarang-melakukan-fogging.jpg)