Hasti : Fogging Tidak Efektif Memberantas Penyebaran Demam Berdarah
Fogging atau pengasapan menggunakan bahan insektisida untuk membunuh nyamuk dewasa penyebab demam berdarah dengue
Penulis: amanda rizqyana | Editor: galih permadi
Ia memperkirakan lonjakan demam berdarah dengue (DBD) baru akan terjadi pada Januari 2019, namun ternyata Desember 2018 sudah ditemukan banyak kasus suspek dan positif DBD.
Data yang ia miliki terkait kasus DBD pada 2016 menunjukkan 993 kasus DBD dengan 7 korban jiwa, 2017 menunjukkan 246 kasus DBD dengan 1 korban jiwa, 2018 menunjukkan 175 kasus DBD dengan 2 korban jiwa, dan terbaru pada Januari 2019 terdapat 26 kasus DBD yang kemungkinan akan terus bertambah.
Daerah endemik DBD menurut catatan Hasti ialah Tuntang, khususnya Desa Karangtengah, Desa Tlogo, dan Desa Gading.
Selain menggalakan PSN dan 3M plus, ia juga mengingatkan pada masyarakat untuk memperhatikan setiap cekungan sekecil apapun di rumah yang berpotensi sebagai tempat air karena nyamuk dapat tumbuh di genangan air sekecil apapun.
Bahkan cekungan daun maupun pot tanaman atau tempat pakan burung berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan jentik-jentik nyamuk.
Menurutnya, pada musim penghujan yang hangat ketika siang dan dingin ketika malam justru mempercepat proses perkembangbiakan nyamuk.
Tak lupa kebiasaan menggantung pakaian juga harus mulai dikurangi agar tidak menjadi tempat beristirahat nyamuk.
Penggunaan antinyamuk baik semprot maupun yang dioleskan di badan pun dianjurkan dilakukan menjelang tidur.
Dapat pula menggunakan kelambu di ruang kamar untuk mencegah nyamuk masuk.
Tak hanya kebersihan individu, menurut Hasti persebaran DBD juga dipengaruhi oleh lingkungan.
Meskipun rumah sebuah rumah sudah melaksanakan PSN dan 3M plus dengan baik, namun lingkungan di sekitarnya masih membuang sampah sembarangan dan memiliki banyak lokasi yang berpotensi sebagai tempat perkembangbiakan jentik-jentik nyamuk, hal tersebut menjadi percuma.
Inilah yang menjadi latar belakangnya mengajukan surat edaran bagi para camat.
Sementara itu, Entomologi Unnes, Niken Subekti menyatakan pengasapan semestinya dapat menjadi solusi pemberantasan nyamuk penyebar DBD bila dilakukan dengan baik.
Ia pun menambahkan sistem kerja nyamuk saat membawa virus DBD ialah virus berada dalam darah penderita dan nyamuk sebagai vektor yang menginfeksi korban.
Jadi persebaran DBD akan lebih cepat bila di lingkungan tersebut sudah terjangkit penderita DBD dan lingkungan yang mengakibatkan perkembangbiakan nyamuk DBD semakin menjadi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/petugas-dinkes-kabupaten-semarang-melakukan-fogging.jpg)