Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dua Menteri Ini Protes Pidato Prabowo, Dikatakan Mau Bangkrut BUMN Pamer Kinerja Positif

Rini Soemarno mempertanyakan data dan bukti ke calon presiden Prabowo Subianto yang menyebut perusahaan pelat merah akan bangkrut satu per satu.

Youtube
Pidato Prabowo Subianto 

Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kemarin, memamerkan kinerja bisnisnya yang positif, pasca Prabowo Subianto menyebut perusahaan pelat metah satu per satu akan bangkrut.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero), Silmy Karim mengatakan, perseroan akan menjalankan dua proyek strategis tahun ini, yang merupakan bagian ekspansi kapasitas di bagian hilir dan menurunkan biaya produksi di bagian hulu.

Silmy menjelaskan, proyek pertama adalah pembangunan Blast Furnace Complex yang dapat memangkas biaya produksi baja sebesar 50 dolar AS per ton dan menambah fasilitas iron making atau tahap hulu bertambah.

"Satu awal dari rangkaian usaha Perseroan untuk meningkatkan daya saing di sektor hulu, dimana Fasilitas Blast Furnace merupakan teknologi berbasis batu bara.

Penggunaan batu bara akan meningkatkan fleksibilitas penggunaan energi serta mengurangi ketergantungan terhadap gas alam yang diproyeksikan akan terus mengalami kenaikan harga dan keterbatasan," ungkap Silmy.

Proyek lainnya adalah penambahan kapasitas baja lembaran panas melalui pembangunan Hot Strip Mill 2 yang sudah mencapai 90,23 persen terhitung per November 2018.

"Proyek pemasok baja Hot Rolled Coil dengan kapasitas 1,5 juta ton per tahun ini ditargetkan selesai pada April 2019," ucapnya.

Kemudian, PT PLN turut memaparkan kinerja keuangannya yang positif pada akhir kuartal III 2018, dimana secara operasional perusahaan mengalami laba sebelum selisih kurs sebesar Rp 9,6 triliun, meningkat 13,3 persen dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp 8,5 triliun.

Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto mengatakan, kenaikan laba tersebut ditopang oleh kenaikan penjualan dan efisiensi yang dilakukan oleh perusahaan serta adanya kebijakan pemerintah DMO harga batubara.

Menurutnya, sejalan dengan kemajuan program 35 GW, maka sejak Januari 2015 sampai September 2018, telah menanamkan dana untuk Investasi sebesar Rp 248 triliun, dimana pada periode yang sama peningkatan jumlah pinjaman hanya sebesar Rp 148 triliun atau 60 persen dari total investasi.

Hal ini, kata Sarwono, menunjukkan bahwa kekuatan dana internal PLN masih sangat memadai yaitu sekitar 40 persen atau Rp 100 triliun dari seluruh kebutuhan Investasi tersebut.

“Keadaan PLN jelas sehat secara cash flow. Sebab yang terpenting itu adalah bagaimana menjaga kesehatan cash flow-nya, dan PLN dalam kondisi yang sehat," ucap Sarwono.

Selanjutnya, PT Pertamina (Persero) yang menyampaikan pada tahun lalu, perseroan mencatatkan berbagai momen penting, seperti alih kelola Blok Mahakam, Blok Rokan, dan blok terminasi lainnya yang sebelumnya dikelola oleh asing.

Media Communication Manager Pertamina, Arya Dwi Paramita mengatakan, pada tahun kamarin Pertamina juga meresmikan pengembangan TBBM Maumere sebagai penopang supply BBM di Indonesia Timur.

"Proyek ini diikuti dengan 29 proyek lainnya senilai Rp 20 triliun," ucapnya.

Seiring dengan itu, kata Arya, Pertamina terus melanjutkan program BBM Satu Harga ke 124 titik wilayah 3T di Indonesia, dan sejumlah investasi lain seperti digitalisasi SPBU.

"Dengan sejumlah program yang sudah berjalan pada 2018, maka bisa terlihat bahwa Pertamina dalam kondisi positif sebagai perusahaan," ujarnya. (tribun network/sen/fik/zal/mam)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved