Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Rumah Sakit Columbia Asia Semarang Gelar Seminar Kesehatan di Kendal, Ada Kode Etik Dokter

RS Columbia Asia Semarang menggelar Seminar Kedokteran di Kabupaten Kendal Sabtu (19/1/2019) lalu.

Penulis: rival al manaf | Editor: suharno
Istimewa
Narasumber memberikan materi dalam Seminar Kedokteran RS Columbia Asia di Kendal, Sabtu (20/1) lalu. Istimewa 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rumah Sakit Columbia Asia Semarang menggelar Seminar Kedokteran di Kabupaten Kendal Sabtu (19/1/2019) lalu.

Diikuti oleh 101 dokter-dokter di Kendal, Seminar mengangkat judul kesehatan di ujung kamera.

Ada empat dokter spesialis yang menjadi pemateri dalam seminar untuk para dokter tersebut.

Materi seminar pertama disampaikan oleh AKBP dr Ratna Relawati SpKF, Msi, Med tentang Kode Etik Kedokteran

Materi kedua terkait Endoscopy Sebagai Sarana Diasnotik oleh disampaikan oleh dr Witjitra Darmana Samsuria, Sp, PD.

Ketiga dr Barkah Fajar Riyadi Msi, Med, Sp.B (K) BD mengambil alih dengan tema Laparoscopy on Abdominal Surgery.

RS Columbia Asia Sediakan Ambulans Gratis Untuk Kecelakaan Kerja di KIC

Dan terakhir materi terkait Bronchoscopy pada Penyakit Paru dijelaskan oleh dr Priyadi Wijanarko, Sp.P

Dalam keterangan tertulis yang dikirim Humas RS Columbia Asia kepada Tribun Jateng, Minggu (20/1/2019).

Dr Ratna menyampaikan makalahnya yang berjudul Aspek Etik dan Medikolegal Rujukan Medis.

"Rujukan yang baik dan tepat tujuannya adalah mengurangi angka mortalitas dan kecacatan. Menekan biaya biaya yang tidak perlu baik itu untuk pasien, asuransi atau penyedia layanan kesehatan," terang Ratna seperti dikutip dalam press rilis.

Meski demikian di era penjaminan kesehatan seperti saat ini, proses rujukan sering kali mengalami hambatan.

Mulai dari administrasi yang dirasa lama, hingga tujuan rujukan yang tidak sesuai dengan keinginan pasien.

Ada banyak faktor, namun melalui makalahnya dokter Ratna ingin menyampaikan apa yang bisa dilakukan dokter dalam merujuk untuk meminimalisir hambatan dalam proses rujukan medis.

"Yang penting dicatat bagi dokter perujuk adalah memastikan telah melakukan urutan pemeriksaan atau tindakan yang sudah sesuai standar. Bagi dokter penerima rujukan jang menyalahkan diganosis dokter perujuk dihadapan pasien," imbuhnya.

Hai Cantik, Gak Ingin Miss V Kalian Bau? Cukup Lakukan Hal Ini!

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved