Tak Perlu Malu, Tes HIV AIDS di Puskesmas Ini Dijamin Kerahasiaannya
Sepanjang 2018 ini, Kota Semarang menduduki peringkat tertinggi ODHA di Jawa Tengah.
Penulis: akbar hari mukti | Editor: deni setiawan
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penyuluhan dan tes bagi masyarakat terhadap HIV AIDS kian dioptimalkan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.
Voluntary Counseling and Testing (VCT) bahkan dilakukan secara gratis di beberapa puskesmas di Kota Semarang agar angka penderita HIV AIDS bisa menurun.
Shinta, pemegang program VCT di Puskesmas Poncol Kota Semarang menuturkan, masyarakat dapat mengecek apakah yang bersangkutan menyandang HIV AIDS atau tidak, melalui tes tersebut.
VCT bisa dilakukan di puskesmas tersebut setiap hari kerja.
"Untuk tes ini gratis. Bisa dilakukan setiap hari, seperti pelayanan biasa," paparnya, Minggu (20/1/2019).
Bahkan VCT itu menurutnya bisa dilakukan pada malam hari di Puskesmas Poncol.
"Jadwal malam hari, tiap Rabu pekan ke tiga, mulai pukul 19.00," terang dia.
Tes tersebut menurutnya, konseling dan tes HIV.
Setelah mengikuti prosedur di atas, pasien akan mendapatkan konseling lanjutan.
Tes tersebut bersifat rahasia dan sukarela.
Disinggung terkait jumlah masyarakat yang melakukan tes VCT di Puskesmas Poncol tiap bulan, dirinya enggan menjawab secara detail.
Ia hanya menjelaskan setiap bulan ada masyarakat yang melakukan tes VCT di puskesmas tersebut.
"Yang melakukan tes jumlahnya hampir sama di setiap bulan," singkatnya.
Sebelumnya Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng, Tatik Murhayati menjelaskan sepanjang 2018 ini, Kota Semarang menduduki peringkat tertinggi ODHA di Jawa Tengah.
"Penderita ODHA di Kota Semarang paling banyak di Jateng. Ada 5 ribuan ODHA," ujarnya.
Sedangkan kasus HIV AIDS yang dicatat Dinkes Provinsi Jawa Tengah sepanjang 2018, mencapai 22.054 kasus.
Meski begitu menurut Tatik, pencatatan ini baru mencapai 42 persen dari kasus HIV AIDS di Jateng.
Untuk Kota Semarang, ia memperkirakan jumlah ODHA mencapai 13 ribu.
Ia menilai masih banyak penderita HIV AIDS di Jateng termasuk KOta Semarang terdeteksi, karena sejumlah faktor.
Sebagai contoh dimana penderita cenderung tak ingin mendatakan dirinya sendiri.
"Ada stigma negatif masyarakat yang membuat ODHA tak mau mendata diri," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/stan-dinkes-jateng-menyediakan-pelayanan-cek-kesehatan-di-jateng-fai_20180827_163938.jpg)