Dituding Mirip Rocky Gerung, Sudjiwo Tedjo Tegas Membantah
Budayawan Sudjiwo Tedjo memberi bantahan tegas saat disebut mirip pengamat politik Rocky Gerung. Ia tidak mau disamakan
Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
1) Rocky tak pernah mengaku dia profesor. Orang2 yg melabeli dia Prof;
2) Jauh sblm ada fenomena Rocky, aku dan buku2 yg kutulis sejak 2002 ud kek gini.
Sebobrok2 moralku, aku gak pernah nuduh org tanpa data cukup," ungkap Sudjiwo Tedjo.
Sudjiwo Tedjo juga memberikan peringatakan terkait era Post Truth di mana para pemimpin yang baik jadi terlihat jelek, dan sebaliknya.
"Gmn kalau yang paling jelek hanyalah paling jelek menurut polesan media?
Sejatinya agak baikan dibanding yang oleh media dipoles agak baikan.
Ingat, ini era Post Truth.. yang lebih jahat bisa dipoles lebih baik," katanya.
Setelah itu, Sudjiwo Tedjo membuat kamus edisi Pilpres.
menurutnya, jika seseorang nyinyir maka tidak memuji, smenetara jika menentang maka ikut-ikutan Rocky Gerung.
"Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi Pilpres:
Nyinyir = Tidak memuji
Menentang = Ikut-ikutan Rocky Gerung," tulisnya.
Kemudian, Sudjiwo Tedjo menilai bahwa pilpres 2019 telah selesai.
• Info Gempa Hari Ini: Gempa Aceh Singkil 4,7 SR Tadi Malam dan Maluku 6,6 SR, Warga Panik
• Ketua PWNU Jateng: Warga NU Tetap Ikuti Kepemimpinan Para Ulama Dalam Segala Hal
• Bebas dari Penjara, Ahok BTP Terkejut Melihat Jalan di Jakarta
Sudjiwo menyebutkan bahwa sebaiknya kedua kubu saling bermusyawarah untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Menurutku Pilpres 2019 ud selesai. Drpd buang waktu/energi utk kampanye dll, mending kedua kubu berembuk program bareng utk kemajuan IPTEK, perbaikan lingkungan, perluasan lapangan kerja dll. Kalau kubu yg merasa ud kalah gak mau merapat, ya kubu yg rasa ud menang yg merangkul," tulisnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sudjiwo-tedjo-sebut-rocky-gerung-kebanyakan-teori.jpg)