Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bupati Juliyatmono Ingin Tuntaskan Masalah Sampah di Karanganyar

Di masa kepemimpinanya Periode II (2018-2023), Bupati Karanganyar, Juliyatmono ingin tuntaskan permasalahan sampah di Karanganyar.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat meninjau Taman Edukasi dan Pengolahan Sampah Mitra Amanah yang ada di Desa Jaten Kecamatan Jaten Karanganyar. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Agus Iswadi

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Di masa kepemimpinanya Periode II (2018-2023), Bupati Karanganyar, Juliyatmono ingin tuntaskan permasalahan sampah di Karanganyar.

Pernyataan tersebut, diungkapkan Juliyatmono di sela acara Rapat Koordinasi Reformasi Birokrasi yang diselenggarakan di Hotel Alana, Rabu (30/1/2019) siang.

Dia mengungkapkan, dibawah kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto, ingin optimalkan pengelolaan sampah di Karanganyar mulai dari tingkat desa.

"Saya tidak ingin bicara sampah lagi, semua harus selesai di tingkat desa," jelas Juliyatmono kepada Tribunjateng.com dan awak media lain, Rabu (30/1/2019).

Dia menjelaskan, Selain membuka sumber lapangan kerja baru dengan adanya sentuhan teknologi, kedepannya masyarakat desa akan diberdayakan.

Pasalnya, apabila sampah sudah diolah di desa masing-masing, proses pengolahan sampah akan lebih efisien.

Sehingga permasalahan sampah yang sudah diselesaiakan di tingkat desa, akan dapat mengurangi volume sampah yang ada.

Selain itu, Juliyatmono turut mengapresiasi atas inisiasi Ristekdikti yang terdiri dari 3 dosen di perguruan tinggi (UMS, Politeknis Semarang dan Amikom Yogyakarta) yang telah bekerjasama dengan warga Desa Jaten Karanganyar.

Bermula dari permasalahan sampah, akhirnya mereka membuat tempat pengolahan sampah secara mandiri dengan konsep ruang terbuka publik di tingkat desa.

Kedepannya, pemerintah akan memfasilitasi dengan memberikan motor roda tiga guna mengangkuti sampah dari rumah warga.

Selanjutnya, sampah rumah tangga yang sudah diangkut bisa dipilah dari yang organik dan anorganik.

Sehingga masalah sampah bisa diselesaikan di tingkat desa.

"Itu yang ingin dituntaskan" terang Juliyatmono.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved