Bupati Umi Menangis saat Temui Dua Pelajar Tersangka Pembacokan di Tarub Tegal
Bupati Tegal, Umi Azizah tak kuasa menahan air mata saat menemui kedua tersangka pengeroyokan dan pembacokan
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Bupati Tegal, Umi Azizah tak kuasa menahan air mata saat menemui kedua tersangka pengeroyokan dan pembacokan terhadap tiga pelajar di Mapolres Tegal, Kamis (31/1/2019) pagi ini.
Layaknya seorang Ibu, Umi Azizah pun langsung menghampiri dan memeluk kedua tersangka berinisial TBS (16) dan DP (16) yang diketahui masih remaja di bawah umur.
Aksi TBS, Warga Desa Pepedan, Kecamatan Dukuhturi dan DP, warga Desa Ketanggungan, Kecamatan Dukuhturi itu memang mengerikan hingga menewaskan seseorang.
Korban meninggal dunia karena dibacok oleh TBS dan DP adalah Dimas Nur Afandi, warga RT 01 RW 01 Desa Lebeteng, Kecamatan Tarub pada Kamis (29/1/2019) lalu di RSI Muhammadiyah Singkil, Kecamatan Adiwerna.
Dalam pertemuan itu, Umi pun bahkan tak segan menganggap TB dan DP adalah anaknya.
TB dan DP pun seketika ikut menangis kala dirangkul Umi yang juga meneteskan air mata.
"Saya anggap kalian sebagai anak sendiri. Mohon, supaya bisa bersabar melewati proses hukum. Semoga ini bisa jadi bahan instropeksi. Aku yakin, kalian bisa jadi anak sukses. Jangan patah semangat," lirih Umi di hadapan dua tersangka yang masih anak-anak itu.
Dalam ruangan, Umi kembali memberi semangat kepada kedua tersangka.
"Jangan patah semangat, kalian masih punya masa depan. Jalan kalian masih panjang. Jadikan ini sebagai hikmah," ucap Umi menangis sembari memegang clurit yang merupakan BB.
Untuk menindaklanjuti ini, Umi dalam waktu dekat akan mengumpulkan seluruh kepala sekolah (Kepsek) di Kabupaten Tegal, utamanya SMP, SMK, dan SMA.
Pihaknya akan berkordinasi kepada jajaran Disdikbud, Polres Tegal, dan Kodim 0712 Tegal untuk membuat gerakan preventif di sekolah-sekolah.
"Atas kejadian ini, pihak Polres dan Kodim telah berinisiatif agar kegiatan kepemudaan di sekolah lebih digiatkan. Kami sangat berterima kasih. Kami akan segera kumpulkan Kepsek untuk menindaklanjuti tragedi ini," tegas dia.
Sementara, Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto menuturkan bahwa aksi kedua pelaku diketahui terpengaruh oleh adegan di sebuah film maupun game yang menggambarkan kekerasan.
Selain itu, dia juga mengungkapkan fakta lain bahwa beberapa pelajar yang diamankan ternyata berasal dari keluarga broken home (cerai).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bupati-tegal-umi-azizah-memeluk-kedua-tersangka.jpg)