Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Jamin Pengembalian Uang Nasabah PD BKK Pringsurat

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, memastikan uang ribuan nasabah Perusahaan Daerah Badan Kredit Kecamatan (PD BKK) Pringsurat, tak akan h

Penulis: yayan isro roziki | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/YAYAN ISRO ROZIKI
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat berbicara di hadapan perwakilan nasabah BKK Pringsurat, di Graha Bhumi Phala, Temanggung, Kamis (31/1). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, memastikan uang ribuan nasabah Perusahaan Daerah Badan Kredit Kecamatan (PD BKK) Pringsurat, tak akan hilang.

Lembaga keuangan milik Pemprov Jateng dan Pemkab Temanggung tersebut sedang bermasalah lantaran dua direkturnya melakukan korupsi.

Ganjar mengatakan pengembalian uang nasabah memang tidak bisa serta merta semuanya rampung sekali waktu.

Menurutnya, pengembalian akan dilaksanakan secara bertahap, dengan sistem kelompok dan juga skala prioritas.

"‎Di situ kan ada duit milik sekolahan, yayasan, kelompok tani, kas desa, PKK, dan lainnya. Nanti pengembalian dibikin skala prioritas, secara bertahap dan dikelompok-kelompokkan, jadwalnya akan dibikin oleh Dirut BKK," ujarnya dalam pertemuan dengan perwakilan para nasabah di Graha Bhumi Phala, komplek Setda Temanggung, Kamis (31/1).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Bupati Temanggung, Al Khadziq, dan jajarannya; Dirut Bank Jateng, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dirut PD BKK Pringsurat, Kabag Perekonomian Pemprov Jateng, serta pihak terkait lainya. Juga, perwakilan Komisi C DPRD Jateng dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jateng-DIY.

Dalam tahap pertama, lanjut Ganjar, uang yang sudah disiapkan sebesar Rp 25 miliar. ‎

Uang sudah bisa diambil sesuai dengan penjadwalan yang ditetapkan mulai Senin (4/2).

"Tapi saya minta yang sabar ya, diambil sesuai tahapan dan penjadwalan yang ada. Kalau sudah bisa diambil jangan lupa bayar zakat, biar rejeki lancar dan berkah," tutur politisi PDIP itu.

Ganjar mengakui jika manajemen PD BKK Pringsurat buruk dan bobrok.

Bunga deposito yang ditawarkan kepada nasabah cukup tinggi: satu persen per bulan atau jika diakumulasikan mencapai 12 persen per tahun.

Selain itu, hal ini diperparah oleh pengelolaan yang tak profesional dan korup.

"Manajemen BKK yang buruk tak hanya di Pringsurat saja, ada yang lainnya juga‎, tapi di sini memang yang paling parah. Nanti kita akan beresi semua, kita keliling dengan polisi dan jaksa," urainya.

Ganjar pun berharap, dalam beberapa waktu ke depan tak ada lagi BKK di Jateng, melainkan semuanya bermetamorforsis menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR)‎.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved