Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kisah Bocah Terdampak Banjir Kudus, Berangkat dan Pulang Sekolah Dari Lokasi Pengungsian

Desa Jati Wetan letaknya lebih rendah dibanding desa sekitar di Kabupaten Kudus maupun Kecamatan Jati sehingga hampir di tiap tahunnya banjir.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Beberapa bocah asyik bermain puzzle dan mewarnai gambar di lokasi pengungsian, Balai Desa Jati Wetan Kecamatan Jati Kabupaten Kudus, Rabu (30/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - RABU (30/1/2019), sinar matahari di langit Kabupaten Kudus benar-benar terik.

Setelah 3 hari sebelumnya diselimuti awan mendung dan hujan sesekali turun. 

Meskipun cuaca sedang tak menentu, kadang mendung, hujan, dan berawan, bukan berarti menghalangi kecerian para bocah di lokasi pengungsian, Balai Desa Jati Wetan Kecamatan Jati Kabupaten Kudus.

Seperti yang tergambarkan pada Rabu (30/1/2019) itu, beberapa bocah terlihat asyik bermain papan puzzle, menyusun potongan-potongan gambar kartun yang ada di depan mereka.

Tampak pula, ada yang sibuk mewarnai gambar.

Aktivitas para bocah itu diinisiasi para mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus (UMK).

Ada pula beberapa remaja Bhayangkari Cabang Kudus ikut serta bergabung.

Para perempuan berseragam merah muda itu membagikan makanan ringan kepada para bocah yang asyik bermain ditemani 10 mahasiswa UMK itu.

“Sudah 3 hari saya tinggal di pengungsian. Bapak, Ibu, simbah, dan budhe juga tinggal di sini. Termasuk adik saya yang masih kecil,” kata Zainal Arifin, bocah berusia 11 tahun asal Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan itu.

Dari data, di lokasi pengungsian tersebut setidaknya ada 260 jiwa yang menempatinya.

Mereka adalah warga Dukuh Barisan, Gendok, dan Tanggulangin di desa setempat.

Tempat berteduh mereka, sudah 3 hari terakhir ini terendam banjir.

Banjir yang sebenarnya bagi mereka sudah tidak asing lagi, karena kerapkali terjadi di tiap musim penghujan.

“Kalau banjir pasti mengungsi. Nanti berangkat sekolah atau pulang dari pengungsian. Kalau berangkat diantar mobil Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang ada di sini,” kata Zainal.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved