Puluhan Komunitas Pecinta Fauna Hadiri Mini Zoo di Palur Plasa Karanganyar
Puluhan Komunitas Fauna se-Solo Raya kampanyekan cintai fauna kepada para pengunjung di Palur Plasa Karanganyar, Minggu (17/2/2019) siang.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: suharno
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Puluhan Komunitas Fauna se-Solo Raya kampanyekan cintai fauna kepada para pengunjung di Palur Plasa Karanganyar, Minggu (17/2/2019) siang.
Dalam acara bertajuk Mini Zoo #5, puluhan komunitas fauna se-Solo Raya ramaikan acara yang rutin digelar setiap tahunnya.
Staf Event Promo Palur Plasa, Jibril Subangun mengungkapkan, pada penyelenggaraan tahun ini, ada 25 komunitas pecinta fauna se-Solo Raya yang ikut bergabung meramaikan acara tahunan ini.
"Tidak hanya reptil tapi juga ada ikan, ayam, komplit. Harapanya selain memberikan ajang atau wadah berkumpulnya pecinta binatang, sekaligus kampanye cintai fauna," terangnya kepada Tribunjateng.com, Minggu (17/2/2019) siang.
"Di kegiatan ini, masyarakat diberi edukasi tentang binatang peliharaan, supaya lebih peduli. Setiap komunitas wajib memberikan edukasi kepada para pengunjung," imbuhnya.
• Iguana Ini Dibanderol Rp 1 Juta di National Reptile Contest
Dari sekian komunitas yang meramakan Mini Zoo #5, satu di antaranya ialah komunitas Crew Animal Lover Solo (Castello).
Komunitas yang bertempat di Kadipiro Surakarta, membawa koleksi Fauna dari para anggotanya guna dipamerkan pada acara tersebut, di antaranya yakni ular, tarantula, iguana, kalajengking dan lain-lain.
Ketua Castello, Kurniawan Imam Santoso menjelaskan, selain mengedukasi masyarakat bagaimana cara memelihara hewan peliharaan, sekaligus mencari member baru untuk komunitasnya.
Melalui acara ini, ia berpesan kepada para pengunjung (memelihara hewan), "Cintailah hewan kalian," ujarnya.
Sementara itu, Anggota Castello, Ardin Isnaeni Barata menambahkan acara ini juga sebagai sosialisasi kepada masyarakat untuk membedakan antara ular berbisa atau sebaliknya.
Beberapa koleksi ular mulai dari ular berbisa atau sebaliknya, dipamerkan pada kesempatan tersebut.
Koleksi ular berbisa yang dibawa diantaranya yakni jenis King Snake dan Corn Snake asal Amerika Latin.
Lanjutnya, untuk yang tidak berbisa yaitu, Tiger Stip Albino White Phase serta Albino Purplle Phase.
"Perawatan ular sebenarnya tidak ribet, yang penting kadang rutin dibersihkan dan sesekali dijemur. Menjemurnya pun harus di dalam Bag yang diisi air. Untuk makan bisa 1 atau 3 kali sehari, tergantung kondisi ukarnya," paparnya.
Pengunjung Palur Plasa, Warti (41) yang datang bersama putrinya Linda Puspita (8), mengungkapkan acaranya bagus, bisa mengedukasi anak-anak.
"Saya lihat berani tapi pegang takut," jelasnya. (Tribunjateng.com/ais)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/komunitas-crew-animal-lover-solo-castello-di-acara-mini-zoo-5.jpg)