PTUN Semarang Tolak Gugatan Taruna Akpol yang Dipecat Atas Kasus Penganiayaan Junior

Sidang putusan yang digelar di PTUN Semarang, Rabu (20/2), mejelis hakim yang dipimpin Hakim Ketua Abdullah Riziki Ardiansyah menolak gugatan tersebut

PTUN Semarang Tolak Gugatan Taruna Akpol yang Dipecat Atas Kasus Penganiayaan Junior
tribunjateng/tim
Sidang Taruna Akbar 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Christian Atmadibrata Sermumes, taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang yang dipecat akibat kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian juniornya, Muhammad Adam, menggugat Gubernur Akpol ke PTUN Semarang.

Namun, dalam sidang putusan yang digelar di PTUN Semarang, Rabu (20/2), mejelis hakim yang dipimpin Hakim Ketua Abdullah Riziki Ardiansyah menolak gugatan tersebut.

"Menolak gugatan tergugat untuk seluruhnya," kata Abdullah dalam sidang.

Dalam gugatannya, Christian meminta pengadilan membatalkan surat keputusan pemberhentian tidak dengan hormat atas dirinya yang dinilai melanggar aturan tentang tata usaha negara.

Keputusan gubernur Akpol tentang pemecatan tersebut dianggap menyalahi prosedur karena penggugat tidak pernah memperoleh bantuan untuk pembelaan saat di sidang di hadapan Dewan Akademik Akpol.

Dalam pertimbangannya, hakim menilai, surat keputusan pemberhentian atas diri penggugat yang diterbitkan gubernur Akpol pada 24 Juli 2018 sudah memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menurut dia, penerbitan surat pemberhentian itu dilakukan seusai digelar sidang Dewan Akademik Akpol terhadap penggugat dan 13 taruna akpol lain yang terlibat dalam penganiayaan tersebut.

"Dalam sidang Dewan Akademik diperoleh cukup bukti terkait penganiayaan dan perbuatan lain yang merupakan pelanggaran pidana oleh penggugat dan 13 taruna lainnya," katanya.

Selain itu, kata dia, gubernur Akpol juga terbukti telah meminta pertimbangan dari Divisi Hukum Mabes Polri sebelum menggelar sidang Dewan Akademik.

Terkait keberatan penggugat karena tidak pernah ada pembelaan terhadapnya saat pelaksanaan sidang Dewan Akademik, hakim menilai, hal tersebut tidak serta merta menyebabkan surat keputusan pemberhentian tersebut cacat hukum.

Atas putusan tersebut, hakim memberi kesempatan kepada Christian untuk melakukan upaya hukum lanjutan.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved