Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Viral, Pemotor Nekat Lintasi Jembatan Reot dari Bambu saat Banjir

Sebuah unggahan video yang tersebar di media sosial menunjukkan peristiwa yang menegangkan

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
Istimewa
Warga nekat menyeberang jembatan bambu di desa Larangan Banjarnegara dalam kondisi banjir. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNRGARA - Sebuah unggahan video yang tersebar di media sosial menunjukkan peristiwa yang menegangkan.

Di tengah guyuran hujan, seorang pengendara nekat menyeberangi jembatan darurat yang tersusun dari batang bambu.

Di bawah jembatan, air sungai yang keruh becampur lumpur tengah meluap. Arus mengalir dengan kecepatan tinggi. Suara arus yang menderu menandakan kondisi sungai sedang tidak bersahabat.

Banjir bisa menyapu apapun yang berada di sungai, tak kecuali jembatan bambu yang kekuatannya tak seberapa.

Tinggi air bah bahkan nyaris menyamai lantai jembatan yang terancam jika tersapu banjir.

Tetapi pemandangan yang mengerikan itu ternyata tak menyurutkan nyali sejumlah pengendara untuk melintas.

Mereka nekat menyeberang di tengah bahaya menghadang. Padahal, selain arus yang deras, kondisi jembatan amat memprihatinkan serta licin saat terbasahi hujan. Kondisi itu dapat mencelakai mereka jika nahas melanda.

Kepala Desa Larangan Harto membenarkan kondisi tersebut.

"Ya benar, itu jembatan penghubung dua kabupaten,"katanya

Jembatan itu ternyata menjadi akses penting warga sejumlah desa di dua kabupaten, Banjarnegara dan Wonosobo.

Jembatan itu juga menghubungkan dua kecamatan di dua kabupaten, yakni Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo dan Kecamatan Pagentan Kabupaten Banjarnegara.

Berartinya jembatan itu bagi masyarakat terlihat dari padatnya lalu lintas penyeberangan setiap harinya. Bahkan, dalam kondisi sungai meluap, sebagian warga tetap nekat menyeberang.

"Yang tidak berani, bisa minta tolong warga lain untuk diseberangkan,"katanya

Aktivitas penyeberangan di sungai itu sudah berlangsung sejak zaman dahulu. Mulanya, penyeberangan di tempat itu berupa jembatan gantung. Tetapi, dalam perjalanannya, jembatan tua itu putus karena terjangan arus banjir, tahun 2016.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved