Viral, Pemotor Nekat Lintasi Jembatan Reot dari Bambu saat Banjir
Sebuah unggahan video yang tersebar di media sosial menunjukkan peristiwa yang menegangkan
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
Tanpa jalur penyeberangan, akses warga antar kabupaten itu pun terputus hingga mobilitas terganggu.
Warga dua desa antar kabupaten itu pun akhirnya bahu membahu membangun jembatan darurat menggunakan bambu.
Meski terbuat dari bambu dengan kondisi memprihatinkan, jembatan itu berarti bagi warga karena akses menjadi terbuka. Setiap hari, jembatan itu tak pernah sepi dari aktivitas penyeberang, baik pejalan kaki maupun pengendara roda dua.
Maklum saja warga masih setia memanfaatkan jembatan reot tersebut.
Menurut Harto, jalur itu dianggap akses paling dekat bagi warga desa di kabupaten berbeda.
Jika melalui jalur alternatif lain, warga harus memutar lebih jauh sekitar 1 sampai 1,5 jam perjalanan.
"Kalau lewat jalur lain, memutar 1 jam lewat Singamerta," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/warga-nekat-menyeberang-jembatan-bambu-di-desa-lara.jpg)