Pengunjung Mengeluh Pasar Induk Kabupaten Brebes Semrawut dan Kumuh
Pasar Induk Kabupaten Brebes terkesan semrawut karena banyak pedagang yang membuka lapak hingga ke tepi jalan.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: suharno
TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Pasar Induk Kabupaten Brebes terkesan semrawut karena banyak pedagang yang membuka lapak hingga ke tepi jalan.
Kondisi itu kerap dikeluhkan karena mengganggu lalu lintas.
Selain pedagang yang membuka lapak di tepi jalan di luar pasar, para pengayuh becak dan parkir kendaraan juga menambah kesemrawutan bagian luar pasar tersebut.
Bahkan, lalu lintas di area jalan pantura itu juga sering tersendat.
Seorang pengunjung, Sunarsih mengatakan, dirinya merasa tak nyaman saat belanja di Pasar Induk.
Selain semrawut karena bagian luar menjadi pasar tumpah, juga kondisinya yang kumuh.
"Padahal itu Pasar Induk, tapi semrawut dan kumuh. Harusnya bisa ditata lebih rapi lagi dan pedagang tidak berjualan di luar sampai ke jalan," keluhnya, Minggu (24/2/2019).
• Seorang Anak Tenggelam di Sungai Pemali Brebes Belum Ditemukan, Pencarian hingga Radius 5 Kilometer
Kumuhnya pasar tersebut semakin terasa saat terjadi hujan. Beberapa bagian luar pasar menjadi becek berlumpur dan muncul aroma tak sedap.
"Saya berharap dilakukan penataan agar pengunjung betah berlanja di pasar. Apalagi, Pasar Induk ini kan jadi area penilaian Adipura juga," harapnya.
Semrawutnya bagian luar pasar juga dikeluhkan pengendara yang melintas.
Seorang sopir truk, Suwito mengatakan, dirinya beberapa kali hampir menabrak pengunjung pasar karena lalu lalang melintas saat berbelanja. Meskipun, lalu lintas dalam kondisi ramai.
"Daerah itu rawan kecelakaan. Pedagang kan ada yang berjualan sampai tepi jalan, ada parkir, bahkan bus ngetem juga. Padahal itu masuk jalan pantura," katanya.
Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Dinkopumdag) Brebes, Maryono mengatakan, 60 persen dari 24 pasar tradisional di Brebes dalam kondisi rusak dan harus direvitalisasi.
Selain rusak, puluhan pasar juga semrawut dan kumuh.
Namun, ia menilai kondisi itu sangat wajar. Kewajaran itu karena kondisi pasar tradisional memang begitu adanya. Jika pedagang dan pembeli mengeluhkan kondisi itu pun dianggap lumrah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pengendara-melintas-di-depan-pasar-induk-brebes.jpg)