Senin, 25 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Koleksi Museum Ranggawarsita Semarang Dibersihkan

Sejumlah barang koleksi Museum Ranggawarsita Kota Semarang dibersihkan.

Tayang:
Penulis: Jamal A. Nashr | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Pekerja Museum Ranggawarsita sedang melakukan perawatan konservasi koleksi batu yang jumlahnya sekitar 300, Senin (25/2). Perawatan ini dilakukan dalam jangka waktu satu tahun sekali terutama pada waktu musim penghujan. Koleksi konservasi museum yang ada di sini seperti patung ganesa, budha, prasasti candi dan beberapa patung penunjang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Jamal A Nashr

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah barang koleksi Museum Ranggawarsita Kota Semarang dibersihkan.

Pembersihan ini merupakan upaya perawatan koleksi agar terhindar dari kerusakan.

Pembersihan koleksi rutin dilakukan setahun sekali. Tahun ini pembersihan dilakukan sejak Kamis (21/2/2019) lalu.

Hari ini pembersihan dilakukan pada koleksi yang tebuat dari batu. Koleksi dibersihkan dari lumut yang menempel.

"Kita mempunyai jadwal pembersihan. Semua koleks kami bersihkan, mulai yang dari batu, fosil, dan kayu," sebut Konservator Museum Ranggawarsita Semarang, Nurodo, Senin (25/2/2019).

Setiap tahunnya, waktu pembersihan dilakukan ketika memasuki akhir musim penghujan.

Hal tersebut karena sejumlah koleksi khususnya yang terbuat dari batu ditempatkan di ruang terbuka.

Ketika hujan lumut yang menempel pada koleksi semakin tebal.

"Kondisional, kalau januari musim hujannya sudah berakhir langsung kita bersihkan. Kita menyesuaikan dengan musim hujan. Musim hujan masih berlangsung akan sia-sia kalau dibersihkan, lumutnya muncul lagi," tuturnya.

Pembersihan dilakukan dengan menyemprotkan cairan kimia. Cairan ini berfungsi mengeringkan lumut yang menempel.

Selanjutkan dilakukan pembersihan menggunakan sikat ijuk. Sikat ijuk dipilih karena teksturnya tidak merusak relief koleksi.

Setelah itu, koleksi dibersihkan menggunakan air. Di bagian akhir kembali disemprotkan cairan kimia kembali.

"Ketika menyikat harus searah dengan bentuk ornamennya agar tidak merusak. Sikat juga dipilih yang tidak merusak," katanya.

Koleksi dari batu yang dibersihkan hari ini berupa patung, yoni, stupa, prasasti, serta penunjang dan lainnya. Penunjang merupakan puzle susunan candi yang biasanya digunakan media belajar siswa.

Berbeda dengan koleksi yang berada di dalam ruangan. Koleksi ini dibersihkan setiap tiga semester sekali. Namun, pembersihan juga dilakukan ketika momen-momen tertentu. Seperti ketika akan pameran.

"Koleksi yang di dalam juga dilakukan perawatan. Dibersihkan dari debu yang menempel," katanya. (jam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved