Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Perusakan Ban Mobil di Temanggung, Kapolres: Jangan Gunakan Kata Teror

Kapolres Temanggung, AKBP Wiyono Eko Presetyo, angkat bicara terkait aksi penusukan ban mobil

Tribun Jateng/Yayan Isro Roziki
Kapolres Temanggung, AKBP Wiyono Eko Prasetyo. 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - ‎ Kapolres Temanggung, AKBP Wiyono Eko Presetyo, angkat bicara terkait aksi penusukan ban mobil, yang menimpa sejumah warga di Kecamatan Kranggan.

Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru menganggap hal itu sebagai aksi teror.

"Jangan gunakan kata-kata teror, nanti malah menakut-nakuti masyarakat," kata Kapolres, Selasa (26/2/2019).

Disampaikan, harus diakui faktanya ada kejadian perusakan yang menimpa barang pribadi milik beberapa warga.

Menurut dia, hingga saat ini kepolisian terus bekerja melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut.

"Kita lidik, kita‎ berupaya mengungkap siapa pelakunya dan motivasinya apa," ujar dia.

Menurut Wiyono, t‎ak perlu ada kehwatiran dan ketakutan berebihan di masyarakat, terkait aksi tusuk ban beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pelaku justru akan merasa senang bila aksinya itu berhasil membuat ketakutan di masyarakat.

Sebab, dengan begitu, aksi kriminal itu dinilai berhasil dan mendapat perhatian.

"Kita tetap harus waspada, tapi jangan lalu ketakutan berlebihan, sehingga justru akan mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari," tuturnya.

Kendati demikian, ia berharap masyarakat untuk terus s‎elalu waspada, dan berusaha bisa melindungi diri sendiri, khususnya di lingkungan masing-masing dengan menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling).

"Dihidupkan lagi budaya siskaling, pos kamling yang sempat mati, diberdayakan lagi," ucap dia.

‎Ia pun meminta agar peristiwa seperti itu jangan dikait-kaitkan dengan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), jelang pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) 2019 pada 17 April mendatang.

Pada pesta demokrasi lima tahunan itu, pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) akan digelar secara serentak.

"Jangan dilarikan terlalu jauh ke sana, sedikit-sedikit dikaitkan dengan pesta demokrasi, nanti justru menjadi kehawatiran."

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved