Kapal Selam Buatan PT PAL segera Diluncurkan, Bisa Saingi Produk Rusia

Dua kapal dibuat di Korea dan satu dibangun di PT PAL Indonesia. Ini merupakan bentuk tranfer teknologi perkapalan

ANTARA FOTO/Zabur Karuru/foc.
SERTIJAB - Suasana upacara serah terima jabatan (sertijab) Komandan Nanggala-402 di Dermaga Kapal Selam Komando Armada II, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (20/2/2019). Letkol Laut (P) Ansori menggantikan Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal sebagai Komandan KRI Nanggala-402 yang selanjutnya menjabat sebagai Komandan Pangkalan TNI AL Banyuwangi. 

TRIBUNJATENG.COM -- Kemampuan teknologi Indonesia semakin meningkat. Tak terkecuali di bidang kemaritiman. Jika tak ada aral melintang, Maret 2019 nanti PT Pal Indonesia akan meluncurkan Kapal Selam buatan putra putri Indonesia.

Indonesia sudah mampu memproduksi kapal selam melalui BUMN, PT PAL Indonesia di Surabaya. Rencananya, Maret 2019 kapal selam buatan putra putri Indonesia itu akan diluncurkan.

Semula, Indonesia beli 3 kapal selam dari Korea Selatan. Dua kapal dibuat di Korea dan satu dibangun di PT PAL Indonesia. Ini merupakan bentuk tranfer teknologi perkapalan, hingga putra putri Indonesia mampu membuat KRI Ardedali 404 dan KRI Alugoro 405.

Berbagai ucapan selamat mengalir ke PT PAL Indonesia setelah berhasil membuat kapal selam yang pertama di Indonesia. Kapal selam buatan Indonesia merupakan salah satu pesanan Kementerian Pertahanan dan Keamanan yang akan digunakan oleh TNI AL.

Sebelumnya, TNI AL telah menerima kapal selam KRI Nagapasa 403 produksi Korea Selatan. KRI Nagapasa 403 memiliki perlengkapan senjata Torpedo dan Black Shark. Demikian juga “saudaranya” yang diproduksi oleh PAL Indonesia yang pembuatannya selesai pada Juli 2018.

Kemampuan Indonesia memproduksi kapal selam itu, berkat kerja sama PT PAL Indonesia dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (perusahaan galangan) di Korea Selatan.

Sesuai kesepakatan, perusahaan dari negeri jamu ginseng ini melakukan transfer teknologi kepada PAL.

Sejumlah karyawan PAL mengikuti pelatihan selama beberapa bulan di Korea Selatan. Setelah menyelami ilmu dan teknologi pembuatan kapal selam jenis improve changbogo, PAL mampu membuat kapal selam.

Kapal Selam Buatan Indonesia kedua yang dibuat oleh PT PAL berdasarkan cita rasa nasional disesuaikan dengan kebutuhan TNI AL agar operasional Korps Hiu sebagai kapal selam Heavy, kapal selam medium, dan kapal selam light berlangsung sesuai program TNI AL.

Ikan hiu dapat menyelam juga mengapung, demikian juga kapal selam milik TNI AL. PT PAL juga mampu membuat kapal selam seperti desain kapal selam Kilo buatan Rusia. Kapal ini dilengkapirudal S dan Torpedo satuan pemukul berat dan anti kapal permukaan dan land attack.

PT PAL juga mampu merancang dan memproduksi kapal selam 1800 ton dengan menggunakan teknologi U 214, panjang 65 meter dan kemampuannya untuk meluncurkan torpedo kelas berat dan rudal sub harpon yang dilengkapi IdAM (Identity and Access Management).

Desain kapal selam medium berdasarkan U-209 dan U-212 yang berfungsi sebagai kapal patroli sub combat dengan kemampuan peran operasi ASW (anti-submarine warfare), intelijen, dan insurjensi.

Selain itu, PAL juga memproduksi kapal selam Light dengan desain KS mini 22 meter (midget) untuk operasi ASW dan gerilya laut. Sebelum kapal selam itu diserahkan (September 2018), PT PAL melakukan serangkaian uji coba untuk mendapatkan sertifikat. TNI AL juga memesan jenis kapal Landing Platform Deck (LPD) yang pembuatannya selesai pada Desember 2018.

PT PAL Indonesia bakal meluncurkan kapal selam yang dirakit di dalam negeri pada Maret 2019.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved