Pemilu 2019

KPU Kota Salatiga Mulai Sortir dan Lipat Surat Suara Pemilu 2019

omisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Salatiga mulai melakukan pelipatan surat suara pemilu 2019 meliputi calon anggota DPD, DPRD, dan untuk Pilpres.

KPU Kota Salatiga Mulai Sortir dan Lipat Surat Suara Pemilu 2019
TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS
Puluhan tenaga lepas pelipat surat suara pemilu 2019 melipat surat suara DPD di Gudang KPU Salatiga, Rabu (27/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Salatiga mulai melakukan pelipatan surat suara pemilu 2019 meliputi calon anggota DPD, DPRD, dan untuk Pilpres.

Kasubag Hukum KPU Salatiga Widy Hargus Kistyanto mengatakan pada hari pertama pelipatan yang dilangsungkan melibatkan 39 orang masyarakat.

"Total surat suara yang harus dilipat sebanyak 137.852 lembar untuk pemilihan DPD," terangnya kepada Tribunjateng.com, di Gudang KPU Salatiga, Rabu (27/2/2019)

Menurut Widy, para pekerja lepas pelipat surat suara tidak hanya bertugas melakukan pelipatan saja melainkan juga turut mengecek kondisi surat suara apakah dalam kondisi baik atau rusak pada bagian tertentu.

Ia menambahkan dari jumlah surat suara DPD yang ada ditargetkan proses pelipatan surat suara selesai sekira lima hari lamanya. Dikatakan, adapun surat suara yang rusak baik karena robek maupun tidak jelas gambar calon akan dikumpulkan kemudian direkap.

"Rusak menurut kami juga tidak ada foto atau nama, juga seandainya tinta gambar kurang merata gambarnya kabur kurang jelas dianggap rusak," katanya

Pihaknya menjelaskan masing-masing kelompok pekerja lepas tenaga pelipat tidak dipatok mengerjakan ratusan maupun hingga ribuan surat suara hanya menyesuaikan kemampuan pribadi.

Widy menerangkan dalam setiap satu surat suara KPU Salatiga memberikan upah jasa pelipatan sebesar Rp 125 per lembar. Hingga sekarang sudah ditemukan beberapa surat suara mengalami kerusakan dengan berbagai bentuk mulai tidak tercantum nama, foto, nomor atau gambar tidak jelas.

"Yang rusak kami pisahkan nanti, sedang surat suara DPRD Jateng dan Kab/Kota masih menunggu kiriman dari KPU RI. Sekarang sedang proses pencetakan," ujarnya

Seorang tenaga pelipat Rizki Rara mengungkapkan tertarik ikut menjadi tenaga lepas pelipat surat sura karena ingin berpartisipasi dalam pemilu 2019. Diluar itu kata dia, untuk menambah penghasilan.

"Saya dibayar per lembar Rp 125. Nanti teknis dari kelompok setelah selesai melipat baru dihitung tiap orang berapa begitu," sebutnya

Rara menyatakan setiap kelompok terdiri lima hingga empat orang tenaga pelipat surat suara. Terkait kemampuan jumlah surat suara terlipat tidak ada patokan maksimal.

"Yang tadi perlu diperhatikan ialah, gradasi warna, nama calon, sudah berlubang atau gambar tidak jelas," sambungnya

Rara mengaku baru pertama kali turut menjadi tenaga lepas pelipat surat suara pemilu. Sehari-hari ia bekerja sebagai buruh pabrik, selepas bekerja jam malam keesokannya ikut melipat. (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved