Breaking News:

Pemkab Pekalongan Ajukan Permohonan Kawasan Larangan Tebang Untuk Petungkriyono

Pemkab Pekalongan ajukan permohonan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait kawasan larangan tebang untuk Petungkriyono.

Penulis: budi susanto | Editor: Catur waskito Edy
budi susanto
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat menghadiri Festival Rogo Jembangan di Petungkriyono beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pemkab Pekalongan ajukan permohonan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait kawasan larangan tebang untuk Petungkriyono.

Menurut Bupati Pekalongan Asip Kholbihi Petungkriyono merupakan paru-paru Pulau Jawa.

"Petungkriyono sudah ditetapkan menjadi national nature heritage atau taman hutan nasional dan tidak boleh dirusak. Maka dari itu, agar kawasannya tetap asri kami mengajukan permohonan tentang kawasan larangan tebang," jelasnya, Kamis (28/2/2019).

Asip menuturkan luas Petungkriyono mencapai 23.000 hektar dan memiliki kekayaan alam yang luar biasa.

"Dengan penerapan kawasan larangan tebang kami berharap Petungkriyono tetap menjadi paru-paru Pulau Jawa yang eksotis," jelasnya.

Pihaknya juga mendorong agar kawasan Petungkriyono menjadi kawasan wisata alam tanpa merusak kondisi alamnya.

"Menurut Prof Dr San Afri Awang ahli tata ruang di KLH yang melakukan observasi di Petungkriyono, hutan di Petungkriyono merupakan satu-satunya hutan alam yang masih asri di Pulau Jawa," paparnya.

Asip menambahkan penelitian dari LIPI terdapat 60 jenis kupu-kupu, dan penelitian dari UGM Petungkriyono merupakan habitat dari owa Jawa, elang Jawa dan harimau Jawa.

"Dulu hutan Petungkriyono bukan tempat wisata lalu kami bangun infrastrukturnya dan kini ramai dikunjungi wisatawan, lokasinya yang berada di sabuk pegunungan Kendeng menjadikan Petungkriyono memiliki pemandangan alam yang sangat bagus. Walaupun infrastruktur sudah masuk tapi kami akan menjaga keasriannya baik baik," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved