Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Diet Keto Bikin Aroma Organ Intim Wanita Berubah, Apa Sebabnya?

Efek samping diet keto yang sangat aneh, yaitu celah kangkang keto atau "keto crotch" atau mengacu pada perubahan bau pada area vagina.

Editor: suharno
KOMPAS.COM
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM - Diet keto bisa dibilang menjadi salah satu jenis diet paling populer saat ini.

Diawali sebagai pola makan untuk pasien epilepsi yang tidak responsif terhadap pengobatan tradisional, pola makan rendah karbohidrat ini membuat tubuh mencapai fase ketosis.

Ketosis merupakan fase kala tubuh melakukan pembakaran cadangan lemak untuk menghasilkan tenaga.

Diet keto bukan tanpa efek samping. Menurut seorang ahli gizi teregistrasi, Lisa De Fazio, diet keto bisa menyebabkan pengikutnya mengalami risiko masalah ginjal, dehidrasi, "keto flu", dan lainnya.

Bahkan, sejumlah pengguna situs Reddit membicarakan salah satu efek samping keto yang sangat aneh, yaitu celah kangkang keto atau "keto crotch".

Keto crotch mengacu pada perubahan bau pada area vagina para pelaku keto.

Inilah Kesalahan-kesalahan dalam Diet Keto yang Bikin Berat Badanmu Susah Turun

Sebab, keto merupakan pola makan tinggi lemak dan rendah karbohidrat, serta angka protein moderat, sehinga tubuh perlu beradaptasi untuk terbiasa dengan pola tersebut.

Proses adaptasi tersebutlah yang mungkin memberi efek samping aneh berupa perubahan bau pada organ intim kewanitaan.

Meskipun belum ada riset tuntas yang membahas topik tersebut, fenomena medis ini bisa saja terjadi ketika pelaku diet secara drastis mengubah pola makan.

Mereka menggabungkan jumlah makronutrien tertentu dalam jumlah besar, seperti lemak dan protein.

"Perubahan makanan bisa mengubah pH tubuh. Ketika hal ini terjadi, tubuh akan mengeluarkan bau tertentu," kata De Fazio.

Oleh karena itu, diet keto bisa mengubah bau di area kewanitaan, dan -tentu saja, baunya tidak seharum bunga mawar.

Namun, mengapa hal ini menjadi penting?

Berat Badan Stuck Meski Telah Diet dan Olahraga? Ini 4 Sebabnya

Alasannya, ketidakseimbangan pH bisa memicu pertumbuhan bakteria jahat.

De Fazio menambahkan, area tubuh dengan pH tidak seimbang bisa memicu iritasi, bau, dan infeksi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved