Seribu Kartu JKNU Dibagikan Untuk Dukung Program Kesehatan Gratis, PCNU Batang: Bagian Ikhtiar NU
Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabupaten Batang membagikan seribu kartu Jaminan Kesehatan NU (JKNU) kepada warga tidak mampu atau dhuafa.
Penulis: dina indriani | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabupaten Batang membagikan seribu kartu Jaminan Kesehatan NU (JKNU) kepada warga tidak mampu atau dhuafa.
JKNU tersebut berfungsi untuk berobat gratis di Layanan Kesehatan NU (Lakesnu).
"Semua gratis dari biaya periksa dan obat-obatan," tutur Ketua LKNU Kabupaten Batang, dr Slamet Solikhin, Senin (4/3/2019).
Pembagian kartu dikemas dalam acara launching bersamaan mobil ambulans NU Ranting Subah Kabupaten Batang.
Selain itu, terdapat pengobatan gratis LKNU Cabang Subah bersama Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh (Lazis) sebagai bagian dari Harlah ke 96 NU.
Slamet mengatakan, program kesehatan LKNU sedang digalakkan.
Yakni setiap Majelis Wakil Cabang (MWC) wajib memiliki Lakesnu yang didukung oleh dokter, bidan, dan perawat.
Fasilitas pendukungnya adalah kartu JKNU dan ambulans gratis.
"Pilot project kami di MWC Subah, nanti kami koordinasikan ke setiap MWC. Setidaknya tahun ini ada 14 MWC memiliki Lakesnu. Agar warga NU tidak mampu bisa merasakan manfaat kartu JKNU," jelasnya.
Dijelaskannya, LKNU sebagai pelaksana kegiatan kesehatan, berkoordinasi dengan Lazisnu yang menjadi sumber biaya dari program kesehatan ini.
"Seluruh peserta kartu JKNU ditanggung Lazisnu. Kami harapkan semua cabang baik LKNU maupun Lazisnu untuk berkoordinasi agar lekas terbentuk," tuturnya.
Sementara Ketua Lazisnu, Muhammad Masykur mengatakan, Lazisnu telah melakukan sinergi dengan semua lembaga di Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).
Satu di antaranya dengan LKNU Batang yang mendorong terwujudnya masyarakat sehat, khususnya warga NU melalui program kartu JKNU.
"Kami telah siapkan dana untuk program dari LKNU ini yakni kartu JKNU dan pembentukan Lakesnu. Kami terus berupaya melayani masyarakat yang butuh pengobatan gratis. Bahkan kami bisa merujuk pasien sampai ke RSUD Kota Semarang," ujarnya.
Sedangkan Ketua PCNU Kabupaten Batang, Achmad Taufiq mengatakan, launching Kartu JKNU, Lakesnu, dan ambulans gratis itu merupakan inisiasi pengurus ranting NU Desa Subah yang kemudian didukung MWC Subah.
"Kami sambut kegiatan luar biasa ini. Ide cerdas karena warga tidak mampu dan belum punya BPJS Kesehatan yang berbayar tersebut. Kartu JKNU ini bisa jadi alternatif," ujar Taufiq.
Selain itu, Kartu JKNU juga bisa menjadi alternatif Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang telah diterbitkan Pemerintah Pusat.
Peserta KIS menikmati fasilitas kesehatan (Faskes) tingkat pertama yaitu di dokter keluarga dan puskesmas.
"Ini jadi alternatif bagi warga yang daerahnya tidak ada dokter keluarga dan tidak sempat ke puskemas," tandasnya.
Apalagi, lanjutnya, seakan gayung bersambut, saat ini Pemkab Batang menggencarkan upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Tolok ukur IPM ada tiga, yakni pendapatan perkapita penduduk, tingkat kesehatan, dan tingkat pendidikan masyarakat.
"Kegiatan ini bagian dari ikhtiar NU dalam mendukung kinerja Pemkab Batang terutama di bidang kesehatan," pungkasnya. (Dina Indriani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kartu-jknu-batang.jpg)