Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Permintaan Bupati Karanganyar Kepada Muslimat NU: Tolong Ikut Sukseskan Program Stunting

Hadiri roadshow Muslimat NU Karanganyar, Bupati Karanganyar Juliyatmono tekankan pentingnya imunisasi dan stunting bagi generasi bangsa.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Sambutan Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam Roadshow Muslimat NU di GOR Raden Mas Said Kabupaten Karanganyar, Minggu (10/3/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Hadiri roadshow Muslimat Nahdatul Ulama (NU) Karanganyar, Bupati Karanganyar Juliyatmono tekankan pentingnya imunisasi dan stunting bagi generasi bangsa.

Juliyatmono meminta kepada para Muslimat NU Karanganyar untuk mempelopori gerakan imunisasi dan stunting bagi anak-anak di Kabupaten Karanganyar.

Dalam acara bertajuk The Power of Muslimat itu dihadiri ratusan muslimat dari beberapa kecamatan yang ada di Karanganyar.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang digelar tiap 3 bulan di tingkat kecamatan.

Kesempatan kali ini roadshow digelar di GOR Raden Mas Said Karanganyar, Minggu (10/3/2019).

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan, ada berbagai cara menjaga kesatuan dan persatuan NKRI.

Seperti ikut mempelopori gerakan imunisasi dan stunting bagi anak-anak.

"Muslimat NU harus mempelopori imunisasi. Anak e ben cerdas kabeh (Anaknya agar cerdas semua)," katanya.

Selanjutnya terkait stunting, ia meminta para muslimat untuk mengawasi anak-anak perempuannya.

"Dijaga, diberi tablet penambah darah supaya tidak stunting. Kalau stunting dan dalam keadaan hamil, anaknya laki-laki (melahirkan) kesehatannya rendah," jelasnya.

Ia juga meminta kepada para Muslimat NU untuk ikut mensukseskan program stunting di wilayah Karanganyar.

Sementara itu, Ketua PC Muslimat NU Karanganyar, Suliyastuti mengatakan, dalam menyongsong Pemilu 2019, ia menekankan untuk memilih pemimpin yang cerdas, bertanggungjawab, dan dapat menjaga NKRI.

Menurutnya ada tiga kriteria yang dapat dijadikan pegangan dalam memilih sosok pemimpin.

"Pemimpin itu harus alim, tahu tentang ilmu, dan situasi, serta kondisi masyarakat sekitar. Senantiasa dekat masyarakat dan mau memikirkan nasib rakyatnya," terangnya. (Agus Iswadi)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved