Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dikaitkan Profesionalisme, Ini Janji Sekaligus Harapan Bupati Kudus Kepada Guru Non-ASN

Pemkab Kudus bersama Yayasan Sukma menggelar pelatihan peningkatan profesionalitas guru non-ASN di Pusat Pelatihan Guru di Kabupaten Kudus.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Pembukaan pelatihan peningkatan kapasitas guru di Pusat Belajar Guru di Mlatinorowito, Kecamatan Kota Kudus, Senin (11/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Pemkab Kudus ingin setiap guru dapat senantiasa profesional dalam mengajar.

Utamanya guru non- aparatur sipil negara (ASN).

Maka, dalam menunjang hal tersebut, Pemkab bersama Yayasan Sukma menggelar pelatihan peningkatan profesionalitas guru di Pusat Pelatihan Guru di Kelurahan Mlatinorowito Kecamatan Kota Kudus selama dua hari, Senin (11/3/2019) dan Selasa (12/3/2019).

Pelatihan diikuti 150 guru.

Mereka akan mendapatkan pendampingan dalam meningkatkan kualitas serta pengalaman tenaga pendidik non-ASN untuk bekal mengajar.

Bupati Kudus Muhammad Tamzil berharap, kegiatan tersebut bisa meningkatkan kapasitas guru dalam kegiatan belajar mengajar.

“Ini merupakan harapan besar bagi kami dimana para guru sudah mendapatkan kesejahteraan dari Pemkab berupa tunjangan kesejahteraan," kata Tamzil.

Pihaknya juga kembali menekankan, pemerintahan akan senantiasa berusaha menata profesionalisme para guru melalui pelatihan-pelatihan seperti contoh yang dilaksanakan dua hari ini.

Pendidikan untuk 150 guru ini merupakan tahap awal.

Selanjutnya, kata Tamzil, akan ada kegiatan serupa untuk guru non-ASN sampai pada target 12 ribu guru.

“Target 12 ribu guru non-ASN yang ada di Kabupaten Kudus akan mengikuti pelatihan ini. Semua secara bertahap,” katanya.

Selain meningkatkan kapasitas guru dalam mengajar, katanya, dia berencana akan mengembangkan perpustakaan di setiap sekolah.

Hal itu demi meningkatkan minat baca setiap siswa.

“Saya ingin mengembangkan perpustakaan di setiap sekolah setelah pengembangan kapasitas guru ini. Berharap guru tidak hanya digugu dan ditiru, bahkan ke depan kapasitas guru benar-benar bermanfaat. Sehingga kehadirannya di nanti setiap siswanya,” tandasnya.

Perwakilan Yayasan Sukma, Khoruffin Bashori mengatakan, sebagai lembaga yang konsentrasi terhadap peningkatan kualitas pendidikan, pihaknya ingin setiap sekolah dapat meningkatkan kemandirian dan kreativitas dalam proses transfer ilmu.

“Bersama -sama belajar mengembangkan sekolah yang mandiri dan kreatif, bukan hanya menjadi pengembangan karir sesuai pilihannya masing-masing, tapi bisa bermanfaat bagi masyarakat,” katanya. (Rifqi Gozali)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved