Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemkab Brebes Upayakan Penyertaan Modal Untuk Dua Perusda Tahun 2019 Ini

Pemkab Brebes berencana memberikan penyertaan modal kepada dua Perusahaan Daerah (Perusda), yaitu Perusda Percetakaan dan PDAM.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Pemkab Brebes mengikuti langkah Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) yang membangun gudang dengan mesin penyimpanan atau cold storage bawang merah. 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Pemkab Brebes berencana memberikan penyertaan modal kepada dua Perusahaan Daerah (Perusda), yaitu Perusda Percetakaan dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Kepala Bagian Perekonomian Setda Brebes, Akhmad Hermanto mengatakan, kedua Perusda tersebut menunjukan adanya perbaikan dalam usahanya sehingga menghasilkan laba.

Guna menunjang pengembangan agar ada pendapatan asli daerah (PAD) yang disetor, Pemkab berencana menanamkan modalnya.

"Yang menjadi fokus kami di tahun 2019 dengan APBD Perusahaan itu ada dua, yaitu Percetakan dan PDAM. Percetakan untuk sarana dan prasarana, sedangkan PDAM untuk pengembangan jaringan," katanya, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/3/2019).

Janjikan PAD, Dua Perusahaan Daerah Milik Pemkab Brebes Ajukan Penyertaan Modal

Untuk Perusda Percetakaan, Hermanto menyebutkan setidaknya ada penyertaan modal sebesar Rp 500 juta pada 2019 ini.

Hal itu melihat kebutuhan perusahaan yang berdiri pada 2002 lalu masih ada tanggungan menutup kerugian Rp 400 juta.

Sementara untuk penyertaan modal PDAM, Hermanto belum bisa memastikan kebutuhannya.

Namun, nantinya akan disesuaikan antara kebutuhan pengembangan jaringan PDAM dengan kemampuan anggaran Pemkab Brebes.

"Saat ini kita sedang mengupayakan Perda Penyertaan Modal yang masih dalam pembahasan Pansus di DPRD segera selesai. Kalau sudah ada Perda, kami optimis ada penyertaan modal Rp 500 juta ke Percetakan pada anggaran perubahan 2019," ucapnya.

Sebenarnya, Pemkab Brebes memiliki beberapa Perusda.

Namun, beberapa Perusda yang pernah ada telah bangkrut dan tutup, di antaranya Perusda Perbengkelan.

Bahkan aset perlengkapan bengkel nyaris tak ternilai terkecuali aset gedung.

"Yang menjadi fokus pengembangan kami adalah Perusda Percetakan dan PDAM, mengingat keduanya memiliki potensi besar untuk menyumbang PAD," tambahnya. (nal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved