Syair I’tiraf Abu Nawas, Doa Indah Merayu Tuhan
Berikut arti Syair I'tiraf (pengakuan) gubahan Abu Nawas yang biasa dikumandangkan sebelum adzan.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG – Berikut arti Syair I'tiraf (pengakuan) gubahan Abu Nawas yang biasa dikumandangkan sebelum adzan.
Abu Nawas adalah seorang pujangga Arab yang bernama asli Abu Ali Al Hasan bin Hani Al Hakami.
Ia lahir di Kota Ahvaz di Negeri Persia.
Seorang penyair terbesar sastra Arab klasik yang digambarkan sebagai sosok bijaksana jenaka.
Abu Nawas juga disebut sebagai ulama alim yang memiliki banyak murid.
Ada sebuah pujian yang ia katakan pada muridnya sebagai doa untuk merayu Tuhan.
Pujian itu yang kini dikenal dengan Syair I’tiraf, berikut syair dan artinya:
اِلَهِى لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ اَهْلًا # وَلَا اَقْوَى عَلَى النَّاِر الْجَحِيمِ
Ilaahii lastu lil firdausi ahlaan wa laa aqwaa ‘alaa naaril jahiimi
Wahai Tuhanku, hamba tak pantas menjadi penghuni syurga.
Namun, hamba pun tak sanggup menjadi penghuni neraka.
فَهَبْ لِى تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوْبِي # فَإِنَّكَ غَافِرُ الذُنُوْبِ العَظِيْمِ
Fa hablii taubatan waghfir zunuubii fa innaka ghaafirudzdzambil ‘azhiimi
Terimalah tobat-tobat hamba dan ampunilah dosa-dosa hamba.
Sesungguhnya Engkaulah Maha Pengampun atas segala dosa yang hamba perbuat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/arti-syair-itiraf.jpg)