Usaha Kos-kosan Dekat Rumah Sakit di Semarang Makin Marak
Sudah hampir lima tahun ini, Tutik membuka bisnis rumah inap pasien di kediamannya Jalan Barusari Baru 38 RT05/RW03 Semarang.
"Baru minggu kemarin pada pulang.
Ini nanti minggu depan baru ada satu yang sudah pesan kamar, orang Tegal.
Nggak bisa diprediksi kapan bulan apa ramainya,” kata Tutik.
Berdasarkan cerita dari Tutik, para pasien rawat jalan ini sengaja mencari lokasi penginapan di sekitar RS Kariadi untuk memudahkan proses pengobatan.
Sehingga mereka tidak perlu bolak balik dari rumah ke RS yang justru akan membutuhkan waktu tempuh lama dan tambah biaya.
"Orang yang biasa menginap adalah pasien terapi kemo.
Karena ada yang jadwalnya sebulan 10 sampai 20 kali kemo terapi.
Jadi kalau harus kembali pulang memakan waktu.
Kasihan juga sedang sakit harus kecapekan bolak-balik,” kata Tutik yang kesehariannya merupakan ibu rumah tangga ini.
Ketika ditanya apakah ada tamu yang sengaja menginap untuk menunggu kepastian jadwal pengobatan atau menanti ketersediaan kamar di rumah sakit, Tutik berujar tidak ada.
Berdasarkan pengalamannya, sejauh ini tamu adalah mereka para pasien rawat jalan yang telah memiliki jadwal treatment.
Ia mengaku cukup selektif menerima tamu
Tidak semua bisa tinggal atau memesan kamar.
Jika pasien tersebut kondisi penyakitnya sudah parah, dia menyarankan untuk mencari lokasi penginapan lain.
Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan seperti meninggal dunia dan menjaga kebersihan kamar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/peraturan-di-solo-kos-kosan-putra-dan-putri-harus-dipisahkan_20160403_181430.jpg)