Usaha Kos-kosan Dekat Rumah Sakit di Semarang Makin Marak
Sudah hampir lima tahun ini, Tutik membuka bisnis rumah inap pasien di kediamannya Jalan Barusari Baru 38 RT05/RW03 Semarang.
Sebab jika sudah stadium tinggi, dikhawatirkan lukanya bisa membuat kotor kasur dan kesterilan ruangan dari virus atau kuman.
"Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada tamu yang meninggal di rumah," ujar dia.
Menurut Tutik, para pasien yang menginap di kosnya sengaja tidak menggunakan fasilitas rumah singgah yang disediakan rumah sakit.
Sebab, di sana suasananya tidak nyaman.
Satu ruangan diisi lebih dari satu orang layaknya barak.
Maka keluarga pasien atau pasien rela keluar tambahan dana asalkan bisa mendapatkan tempat istirahat yang benar-benar tenang.
Diketahui biaya menginap di rumah singgah RS Kariadi dibanderol Rp 10 ribu per hari.
Bahkan diberikan gratis jika kurang mampu atau memiliki kartu KIS.
Biaya tersebut tentu sangat jauh dibandingkan tempat penginapan/kos milik pribadi yang harganya di atas Rp 500 ribu per bulan.
Sejauh ini Tutik hanya melakukan promosi dari mulut ke mulut.
Bahkan di depan rumahnya tidak dipasang penanda apapun untuk mengetahui bahwa rumahnya menyediakan kos untuk pasien rumah sakit. (tim)
• Via Vallen Segera Menikah? Nikahnya Hari Sabtu
• Ada Kabar Bupati Kendal Konsumsi Narkoba, Polisi Gelar Tes Urine, Hasilnya Ternyata Seperti Ini
• WOW! Hanya 3 Menit SIswa SMP Ini Mampu Jebol Situs NASA hingga Bank Jateng, Inilah Sosoknya
• Sandra Dewi dan Harvey Moeis Beli Jet Pribadi, Pemberkatan Pesawat Dilakukan di Halim Perdanakusuma
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/peraturan-di-solo-kos-kosan-putra-dan-putri-harus-dipisahkan_20160403_181430.jpg)