Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pilpres 2019

Jadi Cawapres Maruf Amin Kini Jari Jarum Super, Jarang di Rumah Sukanya Pergi

"Sebenarnya saya tidak mau. Enak jadi Rais Aam, Ketum MUI, tenang. Tidak lari sono lari sini. Sekarang jadi cawapres, jadi 'jarum super', jarang di ru

Editor: m nur huda
KOMPAS.COM/SAIFUL BAHRI
Cawapres nomor urut 01 K.H. Maruf Amin menyampaikan orasi saat Istigasah Kubro di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (19/3/2019). Selain menghadiri istigasah tersebut, K.H. Maruf Amin juga melakukan silaturahmi dengan ulama, santri dan masyarakat Madura. ANTARA FOTO/Saiful Bahri/wsj. 

TRIBUNJATENG.COM, SUKABUMI - Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menceritakan pengalamannya sejak jadi cawapres.

Ketika didapuk sebagai pendamping capres petahana Joko Widodo, ia kerap melakukan safari politik dan jarang pulang ke rumah.

Ma'ruf menceritakan suatu saat pernah ditanyai seseorang rasanya menjadi cawapres bila dibandingkan saat menjabat Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Ma'ruf lantas menjawab lebih enak menjadi Rais Aam PBNU.

"Saya ini ditanya orang, Pak Kiai, sudah menjadi Rais Aam PBNU, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia. Kok masih mau," ujar Ma'ruf di sela safari politiknya di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (3/4/2019).

"Sebenarnya saya tidak mau. Enak jadi Rais Aam, Ketum MUI, tenang. Tidak lari sono lari sini. Sekarang jadi cawapres, jadi 'jarum super', jarang di rumah sukanya pergi. Kayak sopir taksi ngejar setoran," tutur Ma'ruf.

Ia mengungkapkan belum sempat pulang ke rumah setelah berkampanye di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa (2/4/2019) lalu.

Usai berkampanye di NTB, Begitu tiba di Jakarta pada Rabu (3/4/2019) pagi, Ma'ruf langsung bertolak ke Sukabumi melanjutkan safari politiknya.

"Terbang dari Lombok ke Halim, enggak pulang ke rumah langsung ke Sukabumi. Nanti pulang besok langsung ke Garut. Tapi karena para ulama minta saya bersedia. Untuk membangun bangsa supaya lebih baik, dan supaya bangsa ini menjadi miraj (naik), menjadi Indonesia maju," ujar Ma'ruf.

"Yang kedua, karena Pak Jokowi menghargai ulama. Bisa milih TNI, Polri, politisi, pengusaha, profesional. Tapi beliau tidak memilih mereka. Tapi memilih saya yang ulama. Berarti beliau cinta ulama," lanjut dia.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ma'ruf Amin: Saya Sekarang Jarum Super, Jarang di Rumah Sukanya Pergi"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved