Krakatau Meletus Sebabkan Tsunami 40 Meter di Tahun 1883, Inilah 5 Gunung Api Serupa di Bawah Laut

Letusan gunung krakatau di bawah laut tahun 1883 sebabkan tsunami setinggi 40 meter. Berikut ini gunung api serupa di bawah laut:

Krakatau Meletus  Sebabkan Tsunami 40 Meter di Tahun 1883, Inilah 5 Gunung Api Serupa di Bawah Laut
http://www.curiousatlas.com
Surtsey 

TRIBUNJATENG.COM- Letusan dahsyat gunung Krakatau di bawah Sumatera yang terjadi pada tahun 1883 adalah letusan terakhirnya, sebelum akhirnya melahirkan gunung Anak Krakatau yang barusaja menyebabkan tsunami Banten, Sabtu (22/12/2018) pukul 21.03 WIB

Letusan dahsyat pada tahun 1883 itu menimbulkan awan panas setinggi 70 km dan tsunami setinggi 40 meter dan menewaskan sekitar 36.000 orang.

Sebelum meletus tahun 1883, Gunung Krakatau telah pernah meletus sekitar tahun 1680/1.

Letusan itu memunculkan tiga pulau yang saling berdekatan; Pulau Sertung, Pulau Rakata Kecil, dan Pulau Rakata.

Setelah Gunung Krakatau meledak pada tahun 1883 hingga mengakibatkan tsunami setinggi 40 meter, sang anak Krakatau pun tumbuh.

Dikutip dari Geo Magz, Majalah Geologi milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Gunung Anak krakatau lahir ke permukaan laut pada 15 Januari 1929.

"Pada 20 Januari 1929, asap meniang keluar dari tumpukan material gunung api yang baru muncul di permukaan, yang mulai tumbuh dari kedalaman laut 180 m. Itulah gunung yang baru lahir yang diberi nama Gunung Anak Krakatau. Anak gunung api ini tumbuh 4 m per tahun dan mempesona banyak orang," demikian adalah pernyataan yang ditulis dalam majalah milik Kementerian ESDM itu.

              

Foto-foto Lawas Kelahiran Gunung Anak Krakatau 1929 Mulai Tumbuh dari Kedalaman Laut 180 Meter. Ia lahir setelah Gunung Krakatau meledak pada tahun 1883 yang menyebabkan tsunami setinggi 40 meter
Foto-foto Lawas Kelahiran Gunung Anak Krakatau 1929 Mulai Tumbuh dari Kedalaman Laut 180 Meter. Ia lahir setelah Gunung Krakatau meledak pada tahun 1883 yang menyebabkan tsunami setinggi 40 meter (GEO MAGZ: Stehn (1929))

                      

Sejak munculnya di permukaan laut pada 1929 hingga saat ini, pertumbuhan Gunung Anak Krakatau terbilang cepat. Selama 80 tahun, sampai dengan 2010, tingginya sudah mencapai 320 m dpl, estimasi percepatan pertumbuhannya rata-rata 4 m per tahun.

Halaman
1234
Penulis: Wilujeng Puspita
Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved