Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dakwah di Klenteng Sam Poo Kong Semarang, Cak Nun: Kalau Ada Koruptor Perlu Dikebiri

Emha Ainun Najib atau yang kerap disapa Cak Nun berdakwah di hadapan ribuan orang di Klenteng Sam Poo Kong Kota Semarang, Kamis (18/4/2019).

Tayang:
Penulis: faisal affan | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Ribuan warga masyarakat Semarang dan Jamaah Maiyah tumpah ruah memadati Klenteng Sam Poo Kong dalam acara "Sinau Bareng Cak Nun, Kiai Kanjeng Bersama Polda Jateng, Sam Poo Kong dan Tribun Jateng" yang belangsung Kamis (18/4/2019) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Emha Ainun Najib atau yang kerap disapa Cak Nun, kembali hadir di Kota Semarang.

Pria yang kini berusia 65 tahun ini datang untuk mengajak masyarakat belajar budaya bersama di Klenteng Sam Poo Kong, Kamis (18/4/2019) malam.

Membawakan tema Peran Kebudayaan Nusantara Sebagai Penggerak Terciptanya Persatuan Nasional, Cak Nun tidak hanya berceramah.

Melainkan mengajak delapan ribu penonton yang hadir untuk berdiskusi.

Diskusi yang dibawakan tak jauh dari nilai-nilai kehidupan sebagai warga negara, umat beragama, dan manusia yang tidak membeda-bedakan.

Pertama Cak Nun mengajarkan bagaimana memberikan salam bagi orang yang berbeda agama maupun kepercayaan.

"Bagaimana kalau anda berucap Assalamualaikum kepada saudara konghucu, tetapi tetap dijawab Wei De Dong Tian? Setuju? Begitupun sebaliknya," ucapnya.

Video Cak Nun : Koruptor Perlu Dihukum Kebiri Agar Tak Punya Nafsu Duniawi Lagi

Cak Nun juga ingin seluruh orang yang hadir pada malam itu tidak pernah menyalahkan identitas orang lain.

Ia menganggap yang salah bukanlah orang tersebut Islam, Kristen, Hindu, Budha, Katolik, maupun agama apapun.

"Yang salah itu perilakunya. Jadi ketika orang berbuat salah, jangan dicap karena agamanya, karena sukunya, karena keluarganya, dan lainnya. Yang salah itu kelakuannya," beber Cak Nun.

Ia menambahkan, urusan manusia di dunia akan beres jika mereka tidak melakukan tiga hal. Membunuh, menghina, dan mencuri.

Ia pun memberikan beberapa contoh tiga perilaku tersebut yang tidak jauh berbeda.

"Korupsi masuk yang mana? mencuri kan? bully itu masuk kategori menghina, betul?. Intinya jika tiga hal itu tidak kamu lakukan urusan dunia beres," jelasnya.

lalu Cak Nun mengajak seluruh penonton untuk belajar bersama, melalui pertanyaan-pertanyaan yang ia lontarkan. Kemudian secara spontan dia mengeluarkan uang dari dompetnya untuk dijadikan hadiah. Bahkan seluruh tamu VIP juga mengeluarkan isi dompetnya masing-masing.

"Untuk bapak ibu yang ada di sini, mari bantu saya secara sukarela untuk jadi hadiah para penonton," tutunya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved