Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dakwah di Klenteng Sam Poo Kong Semarang, Cak Nun: Kalau Ada Koruptor Perlu Dikebiri

Emha Ainun Najib atau yang kerap disapa Cak Nun berdakwah di hadapan ribuan orang di Klenteng Sam Poo Kong Kota Semarang, Kamis (18/4/2019).

Tayang:
Penulis: faisal affan | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Ribuan warga masyarakat Semarang dan Jamaah Maiyah tumpah ruah memadati Klenteng Sam Poo Kong dalam acara "Sinau Bareng Cak Nun, Kiai Kanjeng Bersama Polda Jateng, Sam Poo Kong dan Tribun Jateng" yang belangsung Kamis (18/4/2019) malam. 

Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh Cak Nun tak jauh dari sejarah Klenteng Sam Poo Kong, masyarakat cina di tanah Jawa, dan Laksamana Cheng Ho.

Lantai ia bertanya mengenai nama Islam Cheng Ho dan kapan Klenteng Sam Poo Kong dibuat.

"Klenteng dibangun tahun 1.400," teriak seorang penonton asal Purbalingga.

"Kurang tepat, tapi tetap dapat Rp 50 ribu," balas Cak Nun.

"Cheng Ho saat berkunjung ke sebuah keraton, dia dijadikan kasim. Ada yang tahu orang kasim itu apa?," tuturnya.

Karena hanya ada yang menjawab dikebiri, Cak Nun kemudian menjabarkan mengapa seorang pria dikebiri.

Kebiri dalam artian yang lebih luas adalah orang yang meninggalkan nafsunya untuk mengabdi kepada raja.

"Karena nafsu yang tidak bisa dikendalikan menimbulkan masalah. Jadi kalau ada koruptor tidak perlu dipenjara. Cukup dikebiri saja supaya nafsunya untuk korupsi tidak ada," imbuhnya.

Tutup Konferensi Ulama Sufi Internasional, Menag Ajak Ulama Sufi Warnai Dakwah di Medsos

Gamlean Kiai Kanjeng yang menemani Cak Nun tampil juga sempat memainkan beberapa lagu. Seperti Gambang Semarangan, Perahu Layar, dan lagu lain yang diiringi dengan jogetan.

Sebelum memulai joget, Cak Nun mengajak beberapa anak yatim yang duduk di urutan paling depan. Setiap jenis jogetan yang dilakukan memiliki makna yang coba dijelaskan Cak Nun kepada seluruh penonton.

"Joget itu ada macam-macam. Ada yang menunjukkan kegembiraan, doa untuk Tuhan, ada juga yang membangkitkan birahi seseorang. Tapi semua joget tentu akan menyesuaikan irama lagunya," terang Cak Nun.

Menutup acara Sinau Budaya bareng Cak Nun, Kiai Kanjeng memainkan lagu Sayang yang dinyanyikan oleh belasan anak yatim yang sudah diajaknya naik ke atas panggung. Tapi sebelum itu ia melontarkan doa dan sholawat untuk seluruh penonton.

"Kita sama-sama berdoa supaya pikiranmu dicerdaskan dan dibersihkan. Yang belum mendapatkan pekerjaan segera dapat kerja. Yang belum punya jodoh segera dipertemukan dengan jodohnya," ucapnya.

Sementara itu, Pembina Yayasan Klenteng Sam Poo Kong, Mulyadi Setiakusuma, mengatakan sangat berterimakasih atas terselenggaranya acara ini. Ia tak hanya ingin Klenteng Sam Poo Kong menjadi tempat ibadah saja. Melainkan menjadi tempat wisata sejarah.

"Kami bangga bisa menghadirkan ribuan orang untuk datang ke sini. Semoga Klenteng Sam Poo Kong terus memberikan manfaat untuk seluruh umat," katanya.

Kemenag Pemalang Gelar Nada dan Dakwah Program Non Fisik TMMD Jatiroyom

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved