Kemendikbud Ajak 300 Kepala SMK Saksikan Penerapan Teaching Factory di Kudus, Program Sejak 2018

Kemendikbud RI menggelar Bimbingan Teknis Bantuan Pengembangan Teaching Factory bagi 300 kepala SMK perwakilan berbagai daerah di Indonesia.

Kemendikbud Ajak 300 Kepala SMK Saksikan Penerapan Teaching Factory di Kudus, Program Sejak 2018
ISTIMEWA
Paparan perwakilan pihak Kemendikbud RI saat mendampingi 300 kepala SMK dari berbagai daerah di Indonesia kunjungi Kabupaten Kudus dalam kaitannya teaching factory, Kamis (25/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menggelar Bimbingan Teknis Bantuan Pengembangan Teaching Factory bagi 300 kepala SMK perwakilan berbagai daerah di Indonesia.

Melalui kegiatan yang diselenggarakan di Semarang dan Kudus pada 24-26 April 2019 itu, Kemendikbud ingin memposisikan sekolah kejuruan atau vokasi sebagai garda terdepan dalam menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0.

“Revolusi Industri 4.0 merupakan suatu tahapan kemajuan dari proses peningkatan efektivitas dan efisiensi serta kreativitas berbasis teknologi informasi yang tidak mungkin dihindari," ujar Kasubdit Kurikulum Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud RI, Mochamad Widiyanto di SMK Raden Umar Said Kudus, Kamis (25/4/2019).

Kondisi tersebut, menurutnya, membuat proses pembelajaran perlu adanya penyesuaian, khususnya SMK.

Menjawab tantangan tersebut, Kemendikbud menekankan pentingnya teaching factory yaitu konsep pembelajaran berorientasi produksi dan bisnis.

Pembelajaran melalui teaching factory merupakan proses penguasaan keahlian atau keterampilan yang dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan produk atau jasa yang sesuai dengan kebutuhan market.

“Sehingga melalui proses ini, sekolah memiliki suatu perencanaan, pelaksanaan hingga penilaian yang berkolaborasi dengan dunia usaha dan industri,” Widiyanto menguraikan.

Untuk itu, Kemendikbud RI mengajak para kepala SMK datang ke tiga SMK binaan Djarum Foundation yaitu SMK Raden Umar Said (animasi), SMK Wisuda Karya (teknik permesinan), dan SMK PGRI 1 Kudus (tata kecantikan).

Ketiga SMK yang berada di Kudus itu merupakan bagian dari 16 SMK binaan Djarum Foundation yang sudah menerapkan konsep teaching factory.

Kurikulum pendidikan pada SMK binaan tersebut telah disesuaikan untuk menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri

Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan yang sudah berlangsung sejak 2018 lalu, dimana sudah ada 1.240 kepala SMK se-Indonesia yang dikirim Kemendikbud ke Kudus untuk melihat proses pembelajaran teaching factory.

“Kami melihat peran Djarum Foundation membuat sekolah-sekolah ini mampu memiliki kinerja baik dari sisi peningkatan sarana dan prasarana, kualitas guru, serta sinkronisasi kurikulum berbasis industri yang bermuara pada peningkatan kompetensi para peserta didik," terangnya.

Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Galuh Paskamagma menuturkan, penerapan teaching factory merupakan jawaban terhadap kesenjangan yang selama ini terjadi antara proses belajar peserta didik dengan kebutuhan yang diperlukan dunia usaha dan industri.

“Konsep pembelajaran ini sejatinya menggabungkan teori dengan praktik kerja yang dapat menghasilkan suatu produk atau jasa berdasarkan pesanan nyata dari konsumen,” tutur Galuh. (Rifqi Gozali)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved