Tiga Pengawas Pemilu di Demak Jalani Rawat Inap di Rumah Sakit

Sedikitnya tiga pengawas pemilu di Demak menjalani rawat inap di Rumah sakit pasca rekapitulasi.

Tiga Pengawas Pemilu di Demak Jalani Rawat Inap di Rumah Sakit
IST
Ketua dan Komisioner Bawaslu Demak menjenguk Ali Ahmadi pengawas Desa Wedung Kecamatan Bonang yang dirawat di RSUD Sunan Kalijaga Demak, Kamis (25/4/2019). (Istimewa) 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Sedikitnya tiga pengawas pemilu di Demak menjalani rawat inap di Rumah sakit  pasca rekapitulasi.

Mereka dirawat akibat kelelahan menjalankan tugas pengawasan mulai dari kegiatan pemungutan dan penghitungan suara sampai pada kegiatan rekapitulasi penghitungan suara ditingkat PPK.

"Dari jajaran Bawaslu yang mengalami sakit semuanya ada enam orang, tapi tiga orang yang sekarang ini masih dirawat di rumah sakit," ucap Ketua Bawaslu Demak, Khoirul Saleh saat ditemui tribunjateng di kantor Bawaslu Demak, Jumat (26/4/2019).

Yang pertama, Ali Ahmadi pengawas Desa Wedung Kecamatan Bonang yang bersangkutan dirawat di rumah sakit umum Demak.

Yang Kedua, Nurhadi PTPS 02 Desa Banyumeneng Kecamatan Mranggen dirawat di Rumah Sakit Wongsonegoro Semarang.

Yang ketiga atas nama Iksan Pengawas TPS 73 Desa Batursari Kecamatan Mranggen sekarang ini masih dirawat di rumah sakit umum Roemani Semarang.

"Jadi Bawaslu akan mengupayakan yang bersangkutan untuk mendapatkan santunan baik yang bersumber dari pemerintah Bawaslu sendiri maupun dari asuransi Ketenagakerjaan karena semua jajaran Bawaslu sampai di tingkat yang paling bawah itu sudah di asuransikan dalam asuransi ketenagakerjaan,"ujarnya.

Dikatakannya, Bawaslu Demak juga mendorong pemerintah peduli terhadap penyelenggara khususnya yang ada di jajaran Bawaslu guna mendapatkan perlakuan yang sama dengan penyelenggara di bawah KPU yaitu diberikan perhatian berupa santunan dari pemerintah.

Sementara itu, KPU Demak bekerjasama dengan Puskesmas untuk mengecek kesehatan PPK di masing-masing kecamatan.

Ketua KPU Demak, Bambang Setya Budi, mengapresiasi Dinas Kesehatan Kabupaten Demak melalui puskesmas tingkat kecamatan yang bersedia hadir di lokasi rekapitaluasi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi PPK yang sedang melakukan rekapitaluasi.

"Petugas memberikan suplemen tambahan dan obat-obatan yang diperlukan sehingga kondisinya tetap fit dalam proses pelaksanaan rekapitulasi di tingkat kecamatan karena rekapitulasi tingkat kecamatan karena membutuhkan stamina yang prima serta ketelitian dalam proses rekapitulasi tersebut,"ucap Bambang ditemui di kantor KPU Demak.

Dikatakannya, rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kecamatan untuk Pemilu 2019 memakan waktu yang cukup panjang.

"Rekapitaluasi paling cepat di Kecamatan Kebon Agung dengan 132 TPS yang membutuhkan 5 hari dan paling lama di Kecamatan Mranggen yang membutuhkan 13 hari dengan 479 TPS," sambung dia.

Dikatakannya, KPU Demak melakukan pengecekan kesehatan bagi penyelenggara di tingkat kecamatan yang mengalami kelelahan sebagai langkah antisipasi akibat kejadian penyelenggara tingkat tingkat KPPS yang meninggal maupun sakit pasca pemungutan dan penghitungan suara 17 April 2019 sehingga tidak terjadi korban kembali. (agi)

Penulis: Alaqsha Gilang Imantara
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved