Intip Ketan, Kudapan Khas Kudus Yang Dijual Hanya saat Jelang Ramadan
Rasanya gurih dan sedikit manis. Kudapan ini menjadi sangat spesial karena tidak setiap hari bisa dijumpai.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: galih pujo asmoro
Untuk intip ini, ketan teksturnya lembek.
Setiap pembeli yang datang, dengan cekatan Suprapti membuatkan pesanan.
Umumnya mereka membeli Rp 10 ribu atau Rp 20 ribu.
Prapti butuh waktu kurang lebih 2 menit untuk membuat satu intip.
Tidak ada minyak dalam proses pembuatan.
Ketan yang dicampur parutan kelapa langsung dituang di atas wajan dengan perapian kecil dari kompor gas.
Bagi pembeli yang ingin menikmati intip dengan sensasi gosong, dia pun melayaninya.
Atau, bagi anak-anak yang suka manis, biasanya ditambahkan gula pasir saat proses pembuatan intip.
“Jadi saat disajikan masih hangat. Cocok untuk camilan, apalagi menjadi teman kopi atau teh,” kata dia.
Di awal Dandangan, dia menghabiskan 4 kilogram ketan.
Dengan bahan baku sebanyak itu, dia bisa membuat sampai 450 intip.
Semakin mendekati Ramadan, biasanya dia menambah ketan hingga 15 kilogram.
Hal itu selaras dengan semakin ramainya pengunjung Dandangan.
“Kalau semakin dekat Ramadan, pengunjung semakin banyak. Jadi pembeli juga semakin banyak, bahan baku berupa ketan juga saya tambah,” jelasnya.
Lalu, kenapa saat hari biasa dia enggan membuat intip ketan?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/intip-ketan.jpg)