Sabtu, 13 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

ASAL USUL

Ini Asal Usul Nama Desa Beruk di Kabupaten Karanganyar

Layaknya sebuah doa, nama terkadang menjadi pengharapan atau ikhtiar seseorang tatkala menyematkan sebuah nama.

Tayang:
Penulis: Agus Iswadi | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Kantor Kepala Desa Beruk Kecamatan Jatiyoso Kabupaten Karanganyar. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Layaknya sebuah doa, nama terkadang menjadi pengharapan atau ikhtiar seseorang tatkala menyematkan sebuah nama.

Namun, ketika seseorang mendengar nama Desa Beruk, lantas apa yang kiranya menjadi alasan atau maksud pemberian nama tersebut.

Secara bahasa kata Beruk dapat diartikan seekor kera, akan tetapi Beruk juga dapat diartikan sebagai alat penakar yang terbuat dari batok atau tempurung kelapa.

Desa Beruk sendiri terletak di Kecamatan Jatiyoso Kabupaten Karanganyar.

Daerah paling timur di wilayah Kabupaten Karanganyar, perbatasan dengan Kabupaten Magetan Jawa Timur.

Jaraknya dari Alun-alun atau pusat Kabupaten Karanganyar sekitar 22 km ke arah timur.

Rutinitas penduduk desa yang letaknya di lereng Gunung Lawu itu mayoritas berkebun maupun bercocok tanam.

Kepala Desa Beruk Periode 2002-2013, Sukino mengatakan, di Desa Beruk ini terdiri dari beberapa dusun yakni Dusun Kambangan, Gunung Lading, Tasin, Selangkah, Pringombo, dan Turus. Jumlah penduduknya sekitar 6.000 jiwa.

"Menurut cerita para sesepuh terdahulu, pada zaman Belanda, Pangeran Samber Nyawa mempunyai prinsip memerangi londo ki ora soko tengah (memerangi penjajah itu tidak dari tengah), paribasane mangan bubur (ibaratnya memakan bubur), nek makan bubur soko tengah kan panas (kalau makan bubur dari tengah, pasti panas).

Selanjutnya lelono, memerangi penjajah soko pinggir (emerangi penjajah dari pinggir).

Akhirnya Pangeran Samber Nyawa pergi ke daerah pergunungan, salah satunya ya di Desa Beruk ini," katanya kepada Tribunjateng.com, Kamis (2/5/2019).

Seiring berjalannya waktu, nama Desa Beruk itu berawal saat perjalanan Raden Mas Said atau yang dikenal sebagai Pangeran Samber Nyawa memerangi penjajah dari pinggir dan selanjutnya kembali ke keraton.

"Dijenengi Beruk niku pas perjalanan Pangeran Samber Nyawa bali (Diberi nama Beruk itu saat perjalanan Pangeran Samber Nyawa perjalanan kembali), pangan e (persediaan makanan) kari seberuk ( tinggal setakaran dari tempurung kelapa).

Saat ramainya zaman, akhrinya tempat ini dinamai Desa Beruk," katanya kepada Tribunjateng.com, Kamis (2/5/2019).

Sementara itu Warga Beruk Kulon Rt 3/5, Gino (51) menyampaikan, nama Desa Beruk itu bermula dari para wali zaman dahulu, minum menggunakan beruk (tempurung kelapa).

"Krungu-krungu niku para wali, zaman mbiyen ngombene saking (wadah) beruk (batok kelapa)," jelasnya.

Ia menampik nama Desa Beruk itu lantaran desa ini banyak dihuni Beruk sejenis kera, meskipun tempatnya berada di lereng Gunung Lawu Karanganyar.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
Live
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved