Viral Video Emak-Emak Terobos Palang KA, Polres Demak Sosialisasi Keselamatan Berlalu-lintas

Video berdurasi 11 detik tersebut pertama diunggah di media sosial Instagram dan menyebar ramai di whatsapp

Viral Video Emak-Emak Terobos Palang KA, Polres Demak Sosialisasi Keselamatan Berlalu-lintas
Tribunjateng.com/Alaqsha Gilang Imantara
Akibat viralnya video Emak-Emak terobos palang perlintasan kereta api, Satlantas Polres Demak melaksanakan giat sosialisasi di Ganepo Mranggen, Kamis (2/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Setelah viralnya video Emak-Emak terobos palang perlintasan kereta api, Satlantas Polres Demak melaksanakan giat sosialisasi di Ganepo Mranggen, Kamis (2/5/2019).

Dalam kesempatan tersebut, petugas membagikan brosur keselamatan berlalulintas dan memberikan imbauan agar tidak menerobos palang perlintasan kereta api.

Video berdurasi 11 detik tersebut pertama diunggah di media sosial Instagram dan menyebar ramai di whatsapp.

Video itu memperlihatkan seorang emak-emak mengendarai sepeda motor yang nekat mengangkat palang kereta api di pos JPL 15/17 di Mranggen atau yang dikenal perlintasan rel Ganepo.

Dengan membawa sejumlah barang, emak-emak itu tidak menghiraukan suara sirine peringatan. Dia justru membuka paksa palang pintu yang sudah tertutup. Namun palang perlintasan KA itu kembali turun dan menimpa kepalanya hingga dia terjatuh.

Kasatlantas Polres Demak, AKP Eko Rubiyanto mengatakan video tersebut menjadi pelajaran penting bagi masyarakat khususnya masyarakat yang lewat di perlintasan KA.

Hal itu sangat membahayakan karena mengancam keselamatan dan menyalahi aturan hukum.

"Aturan melewati perlintasan kereta api tercantum dalam UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada pasal 114 dan 296,"ujarnya, Kamis (2/5/2019).

Dijelaskan, pada pasal 114 diungkapkan bahwa pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan pengemudi wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi dan palang sudah menutup, mendahulukan kereta api, memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.

"Bagi yang melanggar, terancam kurungan paling lama tiga bulan dan denda paling banyak Rp 750 ribu. Jadi, aturan dan rambu-rambu itu untuk keselamatan sebenarnya," tuturnya.

Diakuinya, perlintasan KA Ganepo memang ramai pengguna kendaraan di tiap pagi dan sore hari. Pihaknya telah menempatkan personel untuk mengatur lalu lintas di perlintasan KA tersebut.

"Kami berupaya mengamankan dan mengatur lalu lintas di sana dan titik-titik tertentu di waktu padat pengendara,"pungkasnya. (agi)

Penulis: Alaqsha Gilang Imantara
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved