Pemilu 2019

Amien Rais: KPU Itu Makhluk Politik Buatan Pemerintah 

Amien Rais menuding KPU lebih condong ke kubu Capres dan Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi-Maruf Amin.

Amien Rais: KPU Itu Makhluk Politik Buatan Pemerintah 
ANTARA FOTO/FAHRUL JAYADIPUTRA
Mantan Ketua MPR Amien Rais (tengah) melakukan orasi di depan massa pendukung Buni Yani sebelum menghadiri sidang vonis terdakwa kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) di depan Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung, di Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/11/2017). Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung memvonis Buni Yani 1,5 tahun penjara karena perbuatannya yang dinilai memenuhi unsur Pasal 32 Ayat 1 dan Pasal 28 Ayat 2 UU ITE dengan melakukan ujaran kebencian dan mengedit isi video pidato Basuki Tjahaja Purnama. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menuding KPU lebih condong ke kubu Capres dan Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi-Maruf Amin.

Hal itu menurut Amien Rais, mendasari kubu pasangan calon (paslon) nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai ada kecurangan dalam Pemilu 2019, khususnya Pilpres.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam acara pembacaan pernyataan sikap terkait IT KPU bertajuk 'Diduga Terlibat Manipulasi Suara Rakyat: KPU Tidak Layak Dipercaya', yang digelar di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/5/2019).

"Saudaraku, KPU itu makhluk politik buatan pemerintah petahana," ujar Amien Rais, dalam konferensi pers tersebut.

Agenda pembacaan pernyataan sikap terkait IT KPU yang bertajuk 'Diduga Terlibat Manipulasi Suara Rakyat: KPU Tidak Layak Dipercaya', yang digelar di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/5/2019).
Agenda pembacaan pernyataan sikap terkait IT KPU yang bertajuk 'Diduga Terlibat Manipulasi Suara Rakyat: KPU Tidak Layak Dipercaya', yang digelar di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/5/2019). (Fitri Wulandari/Tribunnews.com)

Menurutnya, selama ini pihaknya melalui tim IT dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) paslon nomor urut 02 telah menerima bukti adanya kecurangan.

Namun kali ini ia menilai kecurangan tersebut semakin massif.

"Jadi saya selalu mendapatkan laporan tidak utuh, tetapi makin lama makin berbahaya, jadi Insya Allah pada saatnya akan ada element of price, kejutan," tegas Amien Rais.(Tribunnews)

Editor: m nur huda
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved