Meriahnya Karnaval Dugderan di Kota Semarang, Warak Ngendok Raih Rekor Leprid

Ribuan orang memadati Jalan Pemuda Kota Semarang untuk menonton Karnaval Dugderan 2019 pada siang hingga sore ini, Sabtu (4/5/2019).

Meriahnya Karnaval Dugderan di Kota Semarang, Warak Ngendok Raih Rekor Leprid
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Ribuan warga masyarakat Kota Semarang tumpah ruah di Halaman Kantor Balaikota Semarang dan jalan Pemuda untuk menyaksikan prosesi pawai arak-arakan Dugderan. Acara pawai dugderan ini juga mendapat penganugrahan dari Lembaga Prestasi Indonesa Dunia (Leprid) karena membuat Patung Warak Ngendok Terbesar. 

Warga di sana juga telah memadati area luar masjid menanti kedatangan wali kota untuk menabuh bedug kedua yang berada di dalam masjid.

Kali ini dalam prosesi menabuh bedug disertai suara kilat.

Di Masjid Kauman, Hendi juga menerima Suhuf Halaqoh dari para alim ulama di Kota Semarang.

Turut hadir juga sejumlah ulama di Kota Semarang, yautu KH Hanief Isma'il, serta Ketua PCNU Kota Semarang, KH Muhammad Anasom.

Usai penabuhan bedug Hendi membagikan kue khas Semarang yaitu Ganjel Rel dan air Khataman Al Quran.

Pembagian kue dan air tersebut memiliki makna untuk warga merelakan hal yang mengganjal, serta membersihkan diri dengan meminum air Khataman Al Quran sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Selepas mengikuti proses di Masjid Kauman Semarang, Hendi beserta rombongan bertolak ke Masjid Agung Jawa Tengah untuk menyerahkan Suhuf Halaqoh kepada Gubernur Jawa Tengah.

Rangkaian prosesi tersebut kemudian ditutup dengan diumumkannya kepada warga bahwa sebentar lagi memasuki bulan Ramadan. (tribunjateng/rez)

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved