Metode Menentukan Awal Puasa Ramadhan Memakai Hisab, 4 Klasifikasi Metode Hisab dan Pengertiannya
Hisab adalah metode menentukan awal puasa Ramadhan dengan perhitungan secara astronomi.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: abduh imanulhaq
Hisab adalah metode menentukan awal puasa Ramadhan dengan perhitungan secara astronomi
TRIBUNJATENG.COM - Berikut empat klasifikasi metode hisab dalam menentukan awal Ramadhan atau awal bulan kalender Hijriyah.
Menentukan awal Ramadhan bisa menggunakan dua metode, metode rukyat (melihat hilal) dan metode hisab (perhitungan secara astronomis)
Dua Ormas Islam terbesar di Indonesia juga menerapkan metode tersebut.
Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan metode melihat hilal, sedangkan Muhammadiyah menggunakan metode hisab.
Secara arti, hilal adalah bulan sabit muda setekah terjadi ijtimak (konjungsi geosentris).
Penampakan hilal bisa dilakukan dengan mata telanjang atau menggunakan alat bantu seperti teleskop.
Mengamati hilal biasanya dilakukan menjelang terbenamnya matahari pertama kali setelah ijtimak.
Sedangkan hisab adalah metode dengan perhitungan secara astronomi.
Metode hisab dipergunakan untuk menentukan awal Ramadhan atau awal bulan dalam kalender Hijriyah tanpa harus melihat hilal.
Mahasiswa Magister Ilmu Falak UIN Walisongo, Muhammad Syaoqi Nahwandi dalam Lokakarya Imsakiyyah, 10 April 2019, menjelaskan ada empat metode hisab.
Berikut empat klasifikasi metode hisab:
Hisab 'urfi
Hisab 'urfi adalah hisab yang mengacu pada siklus rata-rata gerakan benda langit yang menjadi acuan kalender.
Misalnya seperti konversi kalender Hijriyah, hisab khumasi, kalender jawa Islam dan sebagainya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/hisab-adalah.jpg)