Metode Menentukan Awal Puasa Ramadhan Memakai Hisab, 4 Klasifikasi Metode Hisab dan Pengertiannya
Hisab adalah metode menentukan awal puasa Ramadhan dengan perhitungan secara astronomi.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: abduh imanulhaq
Hisab haqiqi taqribi
Hisab haqiqi taqribi sudah menggunakan kaidah astronomis dan matematik tapi masih menggunakan rumus-rumus sederhana.
Sistem ini merupakan warisan para ilmuwan falak Islam tempo dulu.
Data-data sederhana yang digunakan menjadikan hasilnya kurang teliti.
Misalnya hisab taqribi pada Kitab Al Khulasah Al Wafiyah dan Kitab Al Taqdiyat Al Jaliyah.
Hisab haqiqi tahqiqi
Hisab haqiqi tahqiqi juga menggunakan data astronomis dan matematik yang diolah menggunakan trigonometri (ilmu ukur segitiga).
Ditambah koreksi-koreksi gerak bulan maupun matahari yang sangat teliti.
Metode ini menggunakan rumus-rumus terbaru sehingga memiliki tingkat ketelitian yang tinggi.
Misalnya hisab bi tahqiq metode Al Mathla’ Al Sa’id dan Al Khulasah Al-Wafiyah.
Hisab haqiqi tadqiqi (kontemporer)
Hisab Haqiqi Taqdidi menjadi metode yang paling modern.
Metode ini menggunakan rumus-rumus ilmu ukur segitiga bola dan koreksi-koreksi yang lebih detail.
Mengacu pada data kontemporer, yaitu data yang selalu dikoreksi dengan temuan-temuan terbaru.
Semisal metode VSOP87, ELP2000, dan Astronomical Algorithms Jean Meeus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/hisab-adalah.jpg)