Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Persekutuan Doa Imanuel Berbagi Dengan Anak-anak Penyandang Disabilitas Panti Asuhan Bhakti Asih

Umat kristen dan katolik yang tergabung dalam Persekutuan Doa Imanuel berbagi sesama penghuni Panti Asuhan Cacat Ganda Bhakti Asih

Penulis: faisal affan | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Persekutuan doa Imanuel yang terdiri dari komunitas perias Kristen dan Katolik Semarang melakukan bakti sosial dan berbagi di Panti Asuhan Cacat Ganda Bhakti Asih Jalan Dr. Ismangil No. 18 Bongsari Kota Semarang, Rabu (8/5). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Umat kristen dan katolik yang tergabung dalam Persekutuan Doa Imanuel berbagi sesama penghuni Panti Asuhan Cacat Ganda Bhakti Asih

Kegiatan yang dilakukan yakni dengan memberikan sumbangan kepada Panti Asuhan Cacat Ganda Bhakti Asih yang ada di Jalan Dr. Ismangil no 18, Bongsari, Semarang.

Ketua Persekutuan Doa Imanuel, Farah Emore, mengatakan kegiatan bakti sosial ini untuk memberikan manfaat kepada sesama manusia.

"Kami melihat mereka sangat membutuhkan uluran tangan. Maka kami bersama 30 anggota lain sepakat untuk membantu sedikit dari apa yang bisa kami berikan. Namun puji syukur banyak teman-teman di luar anggota yang sangat antusias memberikan bantuan," katanya.

Bersama rombongan, Farah datang di panti tepat pukul 10.00 WIB. Mereka langsung disambut oleh ketua unit PACG Bhakti Asih, Kristiana.

Beberapa orang secara bergantian melihat-lihat kondisi anak-anak yang ada di panti ini. Ada sebagian dari mereka mengajak anak-anak cacat ganda bermain, ada pula yang mengobrol.

Walaupun tak banyak merespon, tapi setidaknya apa yang mereka inginkan diketahui oleh rombongan Persekutuan Doa Imanuel. Seperti meminta difoto dan bermain dengan mainan yang ada di sekitarnya.

"Melihat kondisi mereka sangat-sangat membuat kami bersyukur. Maka inilah wujud rasa syukur kami kepada Tuhan atas segala hal yang sudah diberikan kepada kami. Kami ingin dengan sedikit bantuan ini bisa membahagiakan mereka," harap Farah.

Farah mengaku selama tahun 2019 baru kali ini dirinya dan anggota mengadakan bakti sosial. Ia ingin setelah ini bisa mengadakan kegiatan-kegiatan serupa yang lebih sering dan besar lagi.

Sementara itu, panitia acara, Erla Bangun, mengatakan sumbangan yang diberikan berupa kebutuhan pokok, obat-obatan, dan popok.

"Sebelum kami datang ke sini sudah survei dahulu sekiranya apa saja yang dibutuhkan. Selain itu, kami juga memberikan sedikit sumbangan dana," ucapnya.

Ia memprediksi sebelumnya hanya ada beberapa orang saja yang ikut berpartisipasi. Namun mendekati hari H, banyak teman-temannya turut memberikan bantuan.

"Ini sebuah berkat dan mukjizat yang luar biasa. Semoga bisa menjadi contoh bagi teman-teman perias lain dan masyarakat," tuturnya.

Apa yang dikatakan Erla benar adanya. Persekutuan Doa Imanuel rata-rata adalah seorang perias dan wanita. Tetapi ada pula yang berprofesi sebagai wedding organizer, penata dekorasi, dan lainnya.

"Harapan kedepan semoga kami bisa lebih melayani masyarakat. Baik sesama umat kristen dan katolik, maupun umat lain," tutupnya.

Ketua Unit PACG Bhakti Asih, Kristiana, menjelaskan sangat berterima kasih atas kemurahan hati yang dilakukan oleh Persekutuan Doa Imanuel. Sebab, kelangsungan hidup panti sangat bergantung pada uluran tangan dermawan.

"Memang paling ramai kunjungan saat Paskah seperti ini dan Natal. Kami sangat berterimakasih sekali, karena tak semua orangtua anak-anak yang di sini memberikan biaya untuk mereka," jelasnya.

Di panti ini, ia bersama 18 perawat lain mengasuh 34 anak cacat ganda. Menurut Kristiana hal tersebut sudah lebih dari kapasitas yang ada.

"Normalnya kami hanya bisa menampung 25 anak, karena katerbatasan tempat. Kalau terlalu banyak kami kasihan mereka tidak terlayani dengan baik. Maka ada beberapa orang yang membantu. Jadi jika ditotal ada 30 orang perawat," bebernya.

Kristiana berharap masyarakat tidak memandang sebelah mata anak-anak cacat ganda ini. Sebab mereka juga memiliki hak yang sama di mata manusia.

"Jadi kami ingin para dermawan terus peduli kepada panti-panti serupa. Tidak hanya PACG Bhakti Asih saja. Karena saya yakin banyak juga panti-panti lain yang membutuhkan uluran tangan masyarakat yang murah hati," tutupnya.(afn)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved