Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

KPU Kota Semarang: Hasil Resmi Pemilu Akan Diumumkan 22 Mei 2019

Hasil resmi Pemilu 2019 akan ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei mendatang.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/M ZAENAL ARIFIN
Ketua KPU Kota Semarang, Henry Cassandra Goeltom. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hasil resmi Pemilu 2019 akan ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei mendatang.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Henry Casandra Gultom mengatakan, secara angka hasil sudah ada namun pihaknya belum dapat membeberkannya meski rekapitulasi penghitungan suara untuk calon presiden dan wakil presiden serta legislatif.

Menurutnya, rekapitulasi dimaksudkan untuk mensinkronkan jumlah dari berbagai kecamatan, sedangkan penetapan tetap menunggu dari KPU Pusat.

Penetapan dilakukan secara berjenjang mulai dari KPU Pusat, kemudian KPU provinsi, dan dilanjutkan KPU Kota.

"Saat ini kami belum bisa ngomong.

Kalau di KPU Pusat maupun provinsi sudah dinyatakan clear, tidak ada problem, proses nanti akan berlanjut, intinya semua penetapan di pusat terlebih dahulu," jelas Nanda, sapaan KPU Kota Semarang, Senin (13/5/2019).

Sembari menunggu pengunguman dari KPU Pusat, Nanda menuturkan, KPU Kota Semarang tengah menyelesaikan administrasi-administrasi pascapemilu.

Meski Pemilu 2019 ini masih terdapat beberapa kendala teknis, Nanda tetap mengapresiasi kinerja seluruh petugas.

Tidak hanya itu, dia juga mengapresiasi masyarakat yang mana partisipasi Pemili 2019 di Kota Semarang tergolong tinggi mencapai 86 persen.

"Partisipasi Pemilu di Kota Semarang besar, target 77,5 persen tapi bisa mencapai 86 Persen.

Padahal saat Pilwakot hanya 72,8 persen," ungkapnya.

Partisipasi yang tinggi, sambung Nanda, menunjukan masyarakat sadar akan politik.

Mereka sadar bahwa pilihan menentukan masa depan lima tahun kedepan.

Meski begitu, kesadaran politik tersebut belum diimbangi dengan pengetahuan mengenai mekanisme pemilu.

Menurutnya, hal tersebut lumrah terjadi sebab sistem politik saat ini merupakan hal baru baik bagi petugas maupun masyarakat. Hal ini tentu akan ada evaluasi-evaluasi ke depan.

"Euforia pemilu tidak dinarengi demgam pemahaman akhirnya ada orang-orang yang termakan hoax," ujarnya (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved