Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tren Campur Bahasa Indonesia-Inggris, Cuma untuk Gaya?

Cara berkomunikasi campur bahasa ini tengah menjadi sorotan di media sosial.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Ilustrasi Obrolan 

Lalu, apa sih alasan generasi milenial bicara dengan dua bahasa ini?

Prestise

Ada anggapan bahwa menggunakan Bahasa Inggris dapat meningkatkan gengsi sosial.

Orang yang berkomunikasi dengan Bahasa Inggris dianggap memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi daripada yang tidak.

Jadi image yang ingin dibangun oleh pembicara adalah kesan bahwa dia orang yang berpendidikan tinggi dan memiliki keterampilan berbahasa asing.

Karena gengsi dan keinginan untuk terlihat keren, orang akhirnya berkomunikasi dengan cara ini.

Kebiasaan

Orang yang sering mencampur Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris kemungkinan memang terbiasa memakai Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.

Bisa jadi dia lama tinggal di negara yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa resmi untuk sekolah atau kuliah, atau bisa juga dia bekerja di proyek di mana banyak orang asing ikut terlibat di dalamnya, sehingga kebiasaan itu terbawa dalam cara diaberkomunikasi sehari-hari.

Pergaulan

Sekarang ini kita sering melihat host acara televisi, selebgram, penyiar radio sering mencampur Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris.

Karena menganggapnya keren, lambat laun para milenial terpengaruh dengan hal yang sering dipertontonkan oleh para public figure ini.

Pada akhirnya, agar dianggap gaul, mengikuti perkembangan zaman, dan diterima di lingkungan pergaulan, orang pun mau tidak mau ikut menggunakan bahasa campuran saat bersama dengan teman-temannya.

Proses Belajar Bahasa

Alih-alih menganggapnya sebagai hal negatif, fenomena campur bahasa ini bisa dilihat sebagai hal yang wajar dalam berkomunikasi, asalkan tidak salah tempat.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved