Kisah Kaab bin Zuhair, Penyair Arab yang Menghina Nabi Muhammad Kemudian Bertaubat
Begini kisah Kaab bin Zuhair bin Abi Sulma, penyair Arab yang menghina Nabi Muhammad kemudian bertaubat
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: abduh imanulhaq
Begini kisah Kaab bin Zuhair bin Abi Sulma, penyair Arab yang menghina Nabi Muhammad kemudian bertaubat
TRIBUNJATENG.COM - Berikut kisah seorang penyair Arab di zaman jahiliyah yang menghina Nabi Muhammad melalui syairnya, kemudian bertaubat dan Nabi memberinya jubah.
Kisah ini mengenai putra penyair kondang Zuhair bin Abi Sulma, yaitu Ka'ab bin Zuhair dan Bajir bin Zuhair.
Setelah dewasa Ka'ab dan Bajir mewarisi keahlian ayahnya.
Keduanya pun menjadi penyair besar di masa itu.
Lalu dalam suatu riwayat, Bujair lebih dulu memeluk Islam.
Ketika mengetahui saudaranya menjadi mualaf, Ka'ab begitu marah.
Atas kemarahannya itu, Ka'ab membuat syair yang berisi hinaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Syair hinaan Ka'ab begitu menyakiti hati Nabi.
Hingga saat itu, Nabi menghalalkan darah Ka'ab.
Berikut ringkasan kisahnya dikutip dari Kitab Zaadul Maad karya Ibnu Qayyim Al Jauziyyah:
Ketika Islam datang, kemudian Bujair langsung menyatakan masuk Islam tetapi Ka'ab tidak.
Mengetahui saudaranya masuk Islam, Ka'ab mencela Bujair karena keislamannya.
Bahkan Ka'ab berani untuk membuat syair yang berisi hinaan kepada Nabi.
Dalam riwayat lain, semula Bujair dan Ka'ab pergi ke Madinah hendak menemui Nabi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-kisah-isra-miraj.jpg)