Lima Teroris Gagal ke Jakarta Ditangkap Tim Gabungan di Garut
Pergerakan massa ke Jakarta untuk menggelar aksi demo 22 Mei 2019, rupanya benar-benar disusupi kelompok teroris
Razia diikuti anggota Satlantas dan Sat Sabhara Polrestabes Semarang. Diawali apel di halaman Polrestabes Semarang. Sesuai instruksi Kapolri giat tersebut akan dijalankan hingga empat hari ke depan.
"Target kita malam ini adalah razia senjata tajam, bahan peledak, senjata api, Miras dan termasuk Narkoba," ucap Kabag Ops Polrestabes Semarang AKBP I GA Dwi Perbawa Nugraha.
Operasi serupa juga digelar oleh jajaran Polrestabes Semarang di sejumlah objek vital seperti akses masuk keluar Kota Semarang dan stasiun. Polisi tidak menemukan mobilisasi masa ke jakarta maupun barang target operasi dalam razia yang digelar.
Massa Demonstrasi di Bawaslu
Ribuan demonstran membubarkan diri dari depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Selasa (21/5) malam. Sambil melantunkan salawatan, mereka membubarkan diri untuk kembali menggelar aksi serupa di depan kantor Bawaslu.
Pembubaran itu diarahkan oleh seorang orator yang berada di atas mobil komando. Orator itu berteriak agar massa membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing.
"Ayo saudara-saudaraku, kita bubarkan diri dengan tertib. Mari simpan tenaga, kembali ke rumah masing-masing untuk esok hari (hari ini, red). Takbir," ujar pria tersebut. "Allahuakbar! Allahuakbar! Allahuakbar," jawab para demonstran atas pekikan takbir itu.
Ia kemudian mengajak para demonstran untuk kembali mengawal dan mengamankan Bawaslu pukul 14.00 WIB. Massa turut diminta untuk tidak terprovokasi dengan melakukan aksi kekerasan dan tetap tertib saat meninggalkan Bawaslu. Pantauan Tribun Network, massa pun mulai membubarkan diri sambil melantunkan salawatan pukul 20.15 WIB.
Tak lama, mobil komando turut bergerak dari lokasi, namun sang orator tak hentinya berteriak. Ia mengingatkan bagi para demonstran yang tempat tinggalnya jauh untuk beristirahat di masjid sekitar kawasan Bawaslu. Tujuannya agar mereka dapat langsung bergabung untuk berunjuk rasa kembali.
"Bagi yang tempat tinggalnya jauh, bisa menginap di masjid di sekitar kawasan ini. Istirahat dulu untuk kemudian besok (hari ini, red) bergabung kembali," kata dia.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal menegaskan aparat keamanan yang mengamankan aksi demonstrasi pernyataan ketidakpuasan terhadap hasil pemilihan umum 2019 tidak akan dibekali senjata api dan peluru tajam. Ia mengatakan hal itu adalah standar operasional prosedur (SOP) pengamanan aksi massa pada masa Pemilu 2019 yang telah diinstruksikan langsug oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Hal itu disampaikan Iqbal saat konferensi pers di Media Center Kemenkopolhukam pada Selasa (21/5).
"SOP yang dimiliki oleh TNI dan Polri perlu kami sampaikan juga. Setiap pasukan pengamanan besok atau nanti malam atau kapanpun sudah diinstruksikan oleh Kapolri dan Panglima TNI tidak dibekali dengan peluru tajam. Saya ulangi, tidak dibekali peluru tajam. Kami pastikan. Jadi kalau besok ada penembakan dengan peluru tajam, bisa dipastikan bukan pasukan TNI dan Polri. Ada penumpang gelap," kata Iqbal.(Jam/tribunjabar/tribunnetwork/mam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/petugas-mengamankan-lima-orang-terduga-teroris-di-malangbong-garut-selasa-2152019.jpg)