DPD REI Jateng Bebaskan Lahan Sekitar 10 Hektar untuk Area Pemakaman

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, yang menarik dari acara ini anak-anak diajak bermain air sepuasnya

DPD REI Jateng Bebaskan Lahan Sekitar 10 Hektar untuk Area Pemakaman
Tribunjateng.com/Desta Leila Kartika
Buka bersama dengan Anak Panti Asuhan, yang diadakan oleh DPD REI Jateng dan dihadiri oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Pribadi. Berlokasi di Water Blaster Semarang, Selasa (28/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - DPD REI Jateng kembali melaksanakan program berbagi kasih kepada Anak Panti Asuhan yang berada di kota Semarang dan sekitarnya, dengan total peserta sekitar 700 anak.

Kegiatan ini, menurut Ketua DPD REI Jateng, MR Prijanto, diselenggarakan serentak di Jateng yaitu di Purwokerto, Solo, Tegal, dan Semarang, jadi total lebih dari 1000 anak Panti Asuhan.

"Harapannya dengan kegiatan ini anak-anak bisa ikut merasa bahagia bermain di wahana Water Blaster. Kegiatan ini juga wujud kepedulian kami kepada mereka," kata Prijanto, pada Tribunjateng.com, Selasa (28/5/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, yang menarik dari acara ini anak-anak diajak bermain air sepuasnya.

"Saya mengucapkan terima kasih, apalagi masih bulan Ramadan yang penuh berkah. Saya doakan semoga kawan-kawan di REI semuanya diberi kelancaran terutama rejekinya," ungkap Hendi.

Pada kesempatan ini, Hendi juga menyampaikan, terkait pihaknya perlu membatasi kota Semarang dengan yang namanya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Kenapa demikian? Karena kota Semarang Topografinya unik, ada wilayah atas, bawah, dan lautan.

Maka kalau tidak dilakukan penataan semuanya boleh dibangun pemukiman atau industri, dikhawatirkan tidak ada upaya untuk menyerap air tanah, terutama air hujan yang mengakibatkan banjir.

"Nantinya akan kami tata, mana yang seharusnya kawasan hijau untuk konservasi tidak boleh dibuat perumahan. Begitu juga yang seharusnya perumahan tidak boleh untuk industri dan seterusnya," tegasnya.

Menanggapi pernyataan terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), REI saat ini sudah membebaskan lahan yang rencananya nanti sekitar 10 hektar untuk pemakaman.

Perlu diketahui, para pengembang di REI dalam membangun rumah harus menyediakan lahan seluas 2% dari lahan yang dibebaskan.

"Sehingga teman-teman REI khususnya yang di Semarang ini kami kumpulkan, semisal ada yang membebaskan lahan 10 hektar bearti 2% dari jumlah tersebut dikumpulkan. Setelah ditotal bisa mendapat sekitar 10 hektar. Sampai saat ini sudah terbebaskan sekitar 7 hektar, dalam waktu dekat kami targetkan bisa selesai semuanya," jelas Prijanto.

Lokasinya sendiri berada di Gunung Pati dan sudah ditinjau oleh Pemerintah kota Semarang. Adapun lahan tersebut cocok untuk dijadikan pemakaman sesuai dengan rencana tata ruang wilayahnya.

Harapannya setelah selesai dibebaskan dan diserahkan ke Pemerintah kota Semarang, semoga akan dikelola dan dibangun sebaik mungkin.

"Sesuai dengan yang disampaikan oleh pak Wali Kota, dengan lahan 10 hektar ini kira-kira bisa menampung masyarakat kota Semarang. Sehingga tidak kesulitan lagi semisal ingin memakamkan dan lain sebagainya," tandasnya. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved