Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Benarkah Cilacap Dari Bahasa Sunda, Ini Asal Usul Penamaan Kota Ngapak Itu

Sebenarnya perubahan ucapan (metathesis) kata Tlacap berubah menjadi Cilacap yang artinya sudut atau titik lancip (Scherpe hoek of punt).

Tayang:
Editor: deni setiawan
Istimewa
Sedekah laut di pantai selatan Cilacap. 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Dialek Banyumasan atau sering disebut bahasa ngapak oleh masyarakat di luar Banyumas memiliki logat yang agak berbeda dibanding dialek bahasa Jawa lainnya.

Saat tinggal di tanah rantau, mungkin juga memiliki kenalan dengan logat khas ini.

Untuk diketahui, bahasa ngapak ini dipergunakan oleh orang yang tinggal di wilayah barat Jawa Tengah atau Banyumas, salah satunya Cilacap.

Cilacap merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Barat dan di bagian selatannya berbatasan dengan Samudera Hindia.

Karena menjadi batas langsung antara Jawa Tengah dan Jawa Barat, Cilacap memiliki percampuran budaya Jawa Banyumasan dengan budaya Sunda (Priangan Timur).

Kecelakaan Mudik Lebaran : Keluarga Kusna Gagal Mudik ke Klaten, Dua Tewas di Jalan Tol Pemalang

Kisah Pemudik Pemalang-Surabaya Pakai Motor Tua Dinaiki 5 orang

Tanggapan Lion Air Semarang saat Gubernur Ganjar Terkejut Lihat Mahalnya Harga Tiket Pesawat

Pria Asal Jepara Hampir Celaka Gara-gara Nazar Tinggal 40 Hari di Gunung Muria

Lalu dari mana asal nama Cilacap?

Nama Cilacap bukan berasal dari penggabungan kata "Ci" dan "Lacap".

Melainkan ada hubungannya dengan mata bajak.

Menurut Sumber Babad, di masa lalu Raden Bei Tjakrawedana (anak Tumenggung Tjakrawedana I, Bupati Kasepuhan Banyumas) diutus membuka hutan untuk dijadikan pemukiman ke daerah selatan.

Rombongan Raden Bei ini kemudian berhenti di ujung lekukan pantai teluk yang bentuknya mirip mata bajak, atau dalam bahasa Jawa disebut wluku, yang disebut cacab atau tlacap.

Mr W de Wolff van Westerrode, Asisten Residen Purwokerto (1896-1900) membuat resensi buku karangan Veth berjudul Java, Geographisch, Ethnologisch, Historich, 3 Jilid, terbit 1875-1882 dalam majalah Ilmu Bumi di Negeri Belanda, mencatat bahwa penulisan Cilacap seringkali disalahtafsirkan sebagai kata yang berasal dari bahasa Sunda.

Sebenarnya perubahan ucapan (metathesis) kata Tlacap berubah menjadi Cilacap yang artinya sudut atau titik lancip (Scherpe hoek of punt).

Perubahan pengucapan itu muncul karena ada perbedaan persepsi orang Belanda.

Cilacap bukan berasal dari kata Ci dan lacap.

Di Tanah Kerajaan, kata Tlacap digunakan untuk titik–titik yang dikenal pada patrun beberapa stasi payung dan "kepala" kain batik dan sarung. (*)

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved