Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ganjar Tantang OJK dan BI Tingkatkan Ekonomi Jateng Naik 7 Persen

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menantang OJK Jateng-DIY, dan Bank Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jateng menjadi 7 persen.

Penulis: faisal affan | Editor: m nur huda
ISTIMEWA
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri acara silaturahmi antara OJK Kantor Regional 3 Jateng DIY dengan stakeholder di kantor OJK Semarang. Ganjar juga menantang OJK dan BI Jateng meningkatkan ekonomi Jawa Tengah hingga 7%. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menantang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng-DIY, dan Bank Indonesia Jawa Tengah, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jateng menjadi 7 persen.

Tantangan itu disampaikan Ganjar saat menghadiri acara halal bihalal di Kantor OJK Regional 3 Jateng-DIY, Jl Kyai Saleh Kota Semarang, belum lama ini.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Jateng yang hanya mencapai 5,14 persen masih dirasa kurang.

"Itu kuranglah, sudah saatnya kita berlari. Maka tadi saya memberikan tantangan kepada OJK dan BI serta lembaga keuangan lainya, bisa tidak membantu kami menumbuhkan perekonomian Jateng menjadi 7 persen," kata dia.

Untuk mewujudkan target itu, dalam waktu dekat Ganjar akan membuat pertemuan rutin dengan OJK, BI, lembaga keuangan dan perusahaan-perusahaan untuk membahas persoalan itu.

"Mungkin minggu depan akan kami gelar pertemuan ini, saya akan sampaikan problem ekonomi di Jateng seperti apa, lalu kontribusi lembaga-lembaga keuangan dan perusahaan ini bagaimana untuk mendorong target itu.

Termasuk strategi apa yang harus dilakukan hingga sampai pada regulasi apa yang diperlukan secara khusus," paparnya.

Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jateng, peran lembaga-lembaga keuangan dan pihak-pihak yang bergerak dalam bidang ekonomi menjadi sangat penting.

Dalam pertemuan yang diinisiasinya itu, diharapkan akan memunculkan peran dari masing-masing sektor untuk berkontribusi dan bergerak bersama.

"Semua akan dibahas secara detil, untuk menuju 7 persen itu berapa investasi yang harus masuk ke Jateng, jenis investasinya apa, tempatnya dimana, insentif apa yang bisa didorong. Kalau dari kami tentu bicara soal regulasi atau kebijakan apa yang bisa membantu investor, mungkin perizinan yang dimudahkan, tata ruang, melakukan tax holiday dan lain sebagainya," terangnya.

Menurut mantan anggota DPR RI ini, sektor investasi merupakan sektor utama yang dapat digenjot untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Meski begitu, pihaknya tetap akan mempertimbangkan daya dukung lingkungan dan tata ruang agar selalu mencapai keseimbangan.

"Dalam waktu dekat saya diundang ke Jakarta untuk membahas adanya industri besar yang ingin masuk ke Jateng yang membutuhkan lahan sekitar 1000 hektare. Ini salah satu contoh yang membuat saya optimis pertumbuhan ekonomi di Jateng dapat terdongkrak," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng, Soekowardojo mengatakan, tantangan yang diberikan Ganjar tersebut cukup berat.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved