Sinung Sebut Penerapan Tarif Sebelum Masuk Kawasan Wisata Dieng Perlu Dikaji Ulang

Terkait viralnya berita wisatawan yang ditarik tiket dua kali sebelum masuk kawasan wisata Dieng, Wonosobo, Kepala Disporapar Jateng, Sinung Nugroho

Sinung Sebut Penerapan Tarif Sebelum Masuk Kawasan Wisata Dieng Perlu Dikaji Ulang
FACEBOOK
Tiket masuk kawasan wisata Dieng di Wonosobo 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Terkait viralnya berita wisatawan yang ditarik tiket dua kali sebelum masuk kawasan wisata Dieng, Wonosobo, Kepala Disporapar Jateng, Sinung Nugroho angkat bicara.

Sinung meminta penerapan tarif sebelum masuk kawasan wisata Dieng Wonosobo perlu dikaji ulang.

"Alternatifnya melalui Focus Group Discussion dengan pihak terkait.

Baik akademisi, penggiat atau pengelola wisata, maupun komunitas untuk membahas regulasi tersebut," tuturnya, Rabu (12/6).

Ia melanjutkan, setiap regulasi yang menyangkut beban biaya harus terus menerus diinformasikan secara gamblang dan berkelanjutan.

"Lalu berkenaan dengan masa liburan, sebaiknya hal tersebut diinformasikan kepada masyarakat melalui media sosial dan komunitas yang ada," tambahnya.

Sinung juga ingin Pemerintah Kabupaten/Kota yang ikut mengelola tempat wisata bisa membuka kanal-kanal aduan.

"Kanal aduan bisa melalui media sosial dinas terkait atau pengelola tempat wisata tersebut.

Sehingga tidak serta merta setiap komplain menjadi viral dan terjadi kesalahpahaman.

Sehingga, keluhan masyarakat terkait pelayanan, tarif, akses destinasi wisata, dan kuliner bisa menjadi bahan koreksi perbaikan sekaligus peningkatan ke depan," paparnya.

Terkait harga kuliner di beberapa tempat wisata yang terkesan 'ngepruk', Sinung ingin pedagang yang berjualan bisa diikutkan dalam paguyuban kuliner kaki lima.

"Perlu penguatan komitmen jika ada yang menaikkan harga kuliner yang tidak wajar atau 'ngepruk' perlu diberi sanksi dari paguyuban.

Misal tidak boleh berdagang selama dua hari atau sanksi apapun itu, supaya tidak diulangi," beber Sinung.

Secara umum, kenaikan jumlah kunjungan wisatawan di Jateng pada masa libur Lebaran mencapai 35-40%.

"Itu hal yang sangat membanggakan. Namun, pelayanan di tempat wisata dan kuliner akan terus kami evaluasi dan perbaiki bersama Pemerintah Kabupaten/Kota, komunitas, dan pengelola destinasi wisata," tutupnya.(afn)

Penulis: faisal affan
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved